Laporan Kasus Perusakan Lahan Mengendap 3 Tahun di Polsek Kutalimbaru

IMG_20180813_111959[1]

Teks foto : Polsek Kutalimbaru

Deli Serdang.Analisaone.com I Beginilah bila uang menjadi kekuatan untuk melumpuhkan hukum, hingga kasus – kasus di Sumatera Utara banyak yang di kebiri. Nyatanya, sudah berjalan 3 tahun lamanya, kasus perusakan secara bersama – sama terhadap lahan milik korban Sinar Sembiring alias SS yang di lakukan oleh Malem Pagi Ginting alias MPG-Red, belum juga mendapat kejelasan dari Polsek Kutalimbaru. Rabu (15/8).

Dilansir dari Wartawan Mitrapol.com saat di lokasi, tersangka tidak berada di tempat alias di tangguhkan. di Duga Polsek Kutalimbaru di bawah kepemimpinan

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu, SH, MH dan Kanit Reskrim Iptu Amir sengaja agar kasus ini SP3. Senin (13/8).

Informasi yang di terima wartawan kepada SS, bahwa kejadian ini sudah berjalan cukup lama. Sempat di laporkan pada tanggal 25 juli 2016 di Polsek Kutalimbaru, namun TSK MPG-Red tidak kunjung di tangkap – tangkap.

“udah lama kejadian ini, sudah berjalan 3 tahun.awal saya buat laporan tanggal 25 juli 2016 atas perusakan bersama- sama di lahan/ladang saya. Kasus saya melempem alias bungkam. Namun saya terus mendatangi Polsek Kutalimbaru. Saat itu tersangka pada tanggal 4 Desember 2017 sudah di tangkap Polsek Kutalimbaru sehingga saya dipanggil oleh kepolisian dan di suruh buat laporan kembali” ujar SS kepada wartawan.

Setelah itu, lanjut SS, keesokannya dirinya sangat terkejut melihat MPG-red sudah keluar alias bebas lantaran menurut keterangan Polsek Kutalimbaru TSK MPG-red di tangguhkan.

“saya terkejut kali,padahal MPG sudah di tangkap Polsek Kutalimbaru, besoknya sudah keluar dia (MPG).informasi dari Polsek Kutalimbaru MPG telah di tangguhkan.”tutup SS.(Syah).

Comments on Facebook