Pengusaha dan Menager Pabrik Mancis Resmi Jadi Tersangka

Gambar Ilustrasi

Binjai.AnalisaOne.com I Pasca Kebakaran pabrik home industri Mancis, Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto telah resmi menetapkan Pengusaha dan Manager sebagai tersangka. Sabtu (22/6).

“Pengusaha dan menager sudah kita tingkatkan statusnya menjadi tersangka. jadi masih kita periksa secara intensif, kita lakukan pengembangan apakah ada tersangka lainnya nanti.” ujar Kapolres.

Dari informasi yang di terima, Pengusaha pabrik di ketahui bernama Burhan, tinggal di Jln.Bintang Terang No. 20, Dusun XV, Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang dan Manajer Pabrik atas nama Lismawarni  warga Gang Dipo Pelawak Dalam, Kecamatan Babalan, Langkat.

Kedua pelaku resmi di tetapkan sebagai tersangka lantaran melanggar keselamatan kerja dan langgar standarisasinya perusahaan.

Sementara, dari keterangan masyarakat, Pabrik yang lebih layak disebut rumah itu merupakan milik Sri Maya yang di sewa oleh Burhan. selain itu warga juga menjelaskan bahwa rumah tersebut emang sehingga tidak dapat dibuka selama pabrik beroperasi.

“Usaha yang dilakukan Burhan tidak hanya di TKP saja. Usaha mereka berdua juga beroperasi di lokasi lain, di Kabupaten Langkat. Kami cek izinnya di beberapa tempat. Di Binjai ada dua dan satu di Langkat. Kami sudah cek, izinnya tidak ada di sini,” katanya.

Menurut warga setempat, seluruh pekerjanya masuk melalui pintu belakang yang menjadi akses satu-satunya jalan keluar masuk. Setiap bekerja, biasanya mereka menghabiskan waktu sejak pagi hingga sore di dalam rumah dan tidak bisa bebas keluar bisa masuk.

Warga mengatakan, alasan pintu depan ditutup kabarnya supaya kegiatan pekerja di dalam rumah tersebut tidak diketahui pihak luar. Sebab, pabrik mancis tersebut diduga belum memiliki izin karena hanya bersifat home industri.

Pekerja merakit mancis secara borongan. Dimana setiap bahan (mancis) masuk, para pekerja yang semuanya adalah wanita langsung berdatangan untuk mengambil orderan merakit mancis hingga proses pengepakan.(SDS/26).

Comments on Facebook