Dikerjakan Saat Hujan, Proyek Jalan Dinas PU Medan Bakal Kembali Rusak

Dok LSM Proletar

Medan.Analisaone.com I Sejumlah proyek di Dinas PU Kota Medan kini menjadi sorotan dikalangan masyarakat. Selain bahan materialnya diduga tidak sesuai spesifikasi, proyek pengerjaan jalan di sejumlah Kota Medan bakal kembali rusak. Kamis (19/12).

Salah satunya diketahui proyek pengerjaan pemeliharaan Jalan dan pengaspalan di Jl Karya Dame Gg. Rukun, Kecamatan Medan Barat dan Jl Pembangunan Kec. Helvetia diduga menyalahi pekerjaan teknis.

Pasalnya, proyek Dinas PU tersebut yang dikerjakan oleh CV. Karya Indah dengan Pagu Rp. 685.000.000 dikerjakan asal jadi. Yakni dikerjakan saat kondisi hujan turun dan aspal dalam kondisi basah.

Rikwanto Simanjuntak, selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Proletar sangat menyayangi kinerja Dinas PU Kota Medan yang tidak mengawasi dan membenarkan pekerjaan tersebut dilaksanakan pada saat hujan lebat telah berhenti.

Ridwanto menerangkan dengan dikerjakannya pengaspalan dalam kondisi basah, maka Pemeliharaan Jalan yang ditampung APBD Kota Medan 2019. Khawatir menjadi cepat rusak. Dilokasi, terlihat pengerjaannya yang dipaksakan pada tanggal 14 Desember 2019 pukul 17.00 WIB.

“Bagaimana mungkin hasil pemeliharaan jalan akan bagus jika pengerjaannya terkesan dipaksakan.  Dimana pihak rekanan menutup total akses keluar – masuk Karya Dame, Gg Rukun dan Jl Dairi. Faktanya dari hasil pekerjaan tersebut jelas tampak pemeliharaan dilakukan pemborong  kurang profesional,” ujar  warga Jl Pembangunan Helvet itu kepada wartawan, Selasa (17/12).

Selain itu, Ketum LSM Suara Proletar menyebutkan, selain dikerjakan asal jadi, warga setempat yang melintas banyak merasa keberatan. Pasalnya, pengerjaan pengaspalan tersebut telah mengganggu pengguna jalan. Akibatnya kemacetan panjang terjadi.

Menurut Ridwanto, kejadian itu sudah dilaporkannya sama Sekda Kota Medan Wirya Alrahman dan mendapat respon cepat untuk ditindak lanjuti.

“Sekda, Wirya Alrahman mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut kepada Plt Kadis PU Medan Zulfansyah agar hal yang sama tidak terjadi lagi,” ujar Ridwan menirukan ucapan Sekda Kota Medan.

Terpisah, Kepala UPT Wilayah Medan Barat Warsidi SE saat dikonfirmasi lewat sambungan selulernya, Selasa (17/12). Terlihat seperti melindungi rekanan proyek yang dikerjakan saat hujan lebat mereda dengan kondisi jalan yang basah.

“Memang kondisinya hujan, padahal materialnya hotmix sudah dilokasi dan tak mungkin dipulangkan ke pabriknya. Jadi, kita tunggulah hujan redah baru dihampar. Tapi namun demikian menghindari cepat dingin maka truk pembawa material aspal hotmix ditutup tenda agar tahan lama sebelum dihampar, ” ujar Warsidi.

Namun ditanya soal pengerjaan yang dikerjakan dengan kondisi Basah, Menurutnya, tidak dibenarkan aspal dihampar dengan kondisi basah karena akan bardampak kualitas kurang bagus. Menghindari hal tersebut konsultan pengawas proyek harus tegas dilapangan sehingga pihak rekanan mengikuti aturan. Tapi begitulah jika hotmix ditolak akan berdampak kerugian besar bagi rekanan.

“Material hotmix dipesan ratusan ton dari pabrik, jika dikembalikan berapa kerugian nantinya. Dan kebetulan aspal hotmix daya tahan panasnya bisa tahan lama sampai pagi.  Tapi intinya tidak dibenarkan dihampar kondisi basah dan harus kering, “sebut Warsidi.(ri).

Comments on Facebook