Diimingi Jutaan Rupiah, Pihak Tower Suruh Kadus Minta Tandatangan Warga

Foto ilustrasi

Medan. AnalisaOne. Com I Mengaku bahwa pembangunan tower milik pemerintah, Kadus Dusun I Desa Paya Geli, Kec. Sunggal, Kab.Deli Serdang, mengaku diupah 10 juta rupiah untuk minta tanda tangan warga agar pembangunan Tower dapat berjalan mulus.Kamis (30/1).

Pantauan dilokasi, terlihat beberapa warga Dusun I merasa resah akan adanya perencanaan pembangunan alat pemancar komunikasi yang merusak kesehatan. Bahkan menurut sumber, ada beberapa warga yang enggan menanda tangani permohonan untuk pembangunan tower lantaran memiliki radiasi tinggi.

“Kami tidak mau kalau tower itu di bangun disini.radiasinya itu merusak kesehatan. Kalau mau bangun dekat sini, kami minta uang 3 juta pertahun” Ucap sumber mengulang kata warga.

Informasi yang dihimpun, hingga saat ini, pihak pengembang tower yang belum diketahui identitas perusahaan tersebut, terlihat sedang mengambil dan mengumpulkan tanda tangan dengan bantuan Kepala Dusun I diketahui bernama Sulaiman. Hal ini dilakukan kadus agar pembangunan tower dapat berdiri di Dusun I Desa Paya Geli.

Kabar didapat, bahwa permohonan penandatanganan agar alat komunikasi ini dapat berdiri di Desa Paya Geli Dusun I, pihak pengembang Tower yang disebut – sebut bernama Kevin memakai jasa oknum kadus dengan memberikan upah hingga jutaan rupiah.

Tidak hanya itu, untuk memuluskan pembangunan BTS ini, pihak perusahaan juga mempercayai kadus Dusun I agar melakukan sogok – menyogok warga hingga jutaan rupiah agar mendapati tanda tangan.

Terpisah, Camat Sunggal, Kab. Deli Serdang, Ismail saat di konfirmasi wartawan terkait adanya perencanaan pembangunan alat komunikasi (tower) di Dusun I Desa Paya Geli yang melakukan sogok menyogok terhadap warga agar proyek tersebut berjalan mulus, belum mengetahui pasti. Namun dirinya akan melakukan pengecekan dulu apakah memang ada pembangunan atau tidak.

“Nanti saya cek dulu ya bang” Sebut Ismail melalui pesan washappnya. Rabu, (29/1). (Tim).

Comments on Facebook