Tidak Terbukti Bersalah, Supriadi Divonis Bebas Oleh Pengadilan Negeri Stabat

Dok. AnalisaOne.com

langkat. AnalisaOne.com I Majelis Hakim Pengadilan Negeri Stabat yang di ketuai oleh Hakim Rifai, SH, dan Anita Silitonga, SH, MH dan Aurora Quintana, SH, MH selaku Hakim Anggota telah memvonis bebas terdakwa Supriadi, Spdi atas kasus pencabulan yang menjeratnya hingga ke Pengadilan. Kamis (16/1).

Dalam Putusan nomor 679/Pid.Sus/2019/PN STBT Supriadi warga Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura yang juga dikenal sebagai guru ngaji telah dibebaskan dari sangkaannya lantaran menurut hakim tidak terbukti melakukan perbuatan pencabulan kepada pelapor yang juga muridnya.

Majelis hakim, M Rifai menilai bahwa perbuatan terdakwa Supriadi tidak memenuhi dalam pasal yang di sangkakan. Apalagi para saksi telah ada mencabut kesaksiannya pada poin 5 dan mengaku bukan dirinya yang melakukan penanda tanganan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi.

“Saksi telah menarik kesaksiannya dan menilai bahwa kesaksiannya tidak sesuai dengan kejadiannya sehingga saksi merasa tanda tangan kesaksiannya di palsukan.” Kata Hakim Rifai, SH saat membacakan maksud Putusan diruang persidangan.

Mendengar putusan bebas yang dibacakan Hakim, Supriadi yang dihadiri istri tercinta langsung menangis dan sujud syukur dihadapan majelis Hakim sebagai rasa sukur dan langsung menyalami ketiga Hakim.

Supriadi saat dikonfirmasi wartawan atas vonis bebas yang dijatuhkan kepadanya, menangis dan sangat senang mendengar putusannya. Ia menilai bahwa dirinya bukanlah orang seperti yang tuduhkan dalam laporan tersebut.

“Saya merasa lega dan sangat senang mendengar putusan hakim. Saya sangat berterima kasih kepada pak hakim.” Kata Supriadi saat digiring ke sel titipan pengadilan.

Disinggung apakah akan melakukan upaya hukum atas laporan pelapor dan saksi terhadap kasus yang dituduhkan, “Saya akan berkordinasi dulu kepada Penasehat Hukum saya, langkah apa nantinya yang dibuat.” Kata Supriadi.

Sementara itu, Hasan Basri, SH dan M. Iqbal, SH, MH selaku Pengacara terdakwa Supriadi saat dikonfirmasi AnalisaOne.com sangat mengapresiasi putusan Hakim. menurutnya, Hakim menilai sangat objektif, sesuai dengan aturan hukum, dan sesuai kaidah-kaidah keadilan yang diinginkan. Merujuk dalam tindak pidana harus ada 2 alat bukti, bila tidak menemukan 2 alat bukti yang cukup, maka akan membentuk keyakinan hakim untuk tidak mengakui perbuatan itu.

“Kita sangat apresiasi. Hakim telah menilai secara objektif, sesuai aturan hukum, kaidah hukum yang diinginkan. Kalau berpatokan kepada perbuatan pidana harus ada 2 alat bukti yang cukup. Bila tidak menemukan 2 alat bukti itu, maka akan membentuk keyakinan  hakim untuk tidak mengakui perbuatan itu” Kata pengacara Supriadi.

Ditanya apakah akan kembali melaporkan pelapor dan para saksi Paskah tuduhan yang telah dijalani oleh kliennya, Iqbal menjelaskan bahwa melihat dari pertimbangan putusan hakim itu, demi penegakan hukum, kita akan laporkan. Tapi itu kembali tergantung kepada keluarga. nanti akan kita kordinasikan.

“Melihat dari pertimbangan putusan hakim itu, baiknya kita akan laporkan demi penegakan hukum. Tapi itu tergantung pada keluarga, kita akan berkordinasi dulu” Ujar pengacara Supriadi. (Hmb).

Comments on Facebook