Dugaan Pungli dan Jual Beli Jabatan, Kepala Kemenag Sumut Enggan di Konfirmasi

Sumber WA : Foto Kepala Kemenag Sumut, Iwan Zulhami

Medan.AnalisaOne.com I Dugaan Korupsi jual beli jabatan dan pungutan liar terhadap 13 pejabat jajaran Kemenag Sumut masih jalan di tempat di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.Rabu(12/2).

Kakanwil Kemenag Sumut Iwan Zulhami yang diduga terlibat menerima dana segar untuk dugaan jual beli jabatan hingga pungutan liar terhadap jajaran Kemenag Sumut enggan dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp senin kemarin.

Namun sebelumnya, Iwan Zulhami sempat berkomentar seperti tidak ada masalah saat ditanya wartawan terkait pernyataan Kasi Penkum Kejati Sumut bahwa pemeriksaan 13 pejabat jajaran Kemenag masih tahap lidik di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

“Abang belum baca pernyataannya (Kejati) adinda terima kasih” Jawab Iwan melalui Whatsapp.

Sementara, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi kemarin, Senin (10/2) melalui Whatshap, apakah pemeriksaan 13 pejabat jajaran Kemenag Sumut yang diperiksa Kejaksaan Tinggi Sumut belum ditetapkan sebagai tersangka, sudah tidak mau membalas lagi atau enggan menjawabnya.

Menyikapi hal ini, Hambali selaku Ketua DPW Badan Pemantau Korupsi Penyelenggaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (BPKP-NKRI) sangat menyayangkan lambannya penanganan dugaan kasus jual beli jabatan atau pungli dijajaran Kemenag Sumut.

Beliau meminta agar Kejaksaan Agung mengambil alih pemeriksaan dijajaran Kemenag Sumut terhadap dugaan kasus Pungutan Liar (pungli) dan jual beli jabatan yang kini belum terlihat para tersangkanya.

“Kalau saya melihat bahwa penanganannya lambat. Dari mulai pemeriksaan bulan Agustus 2019 lalu, hingga sampai saat ini publik belum mengetahui siapa – siapa yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. saya meminta agar Kejaksaan Agung melihat kasus ini yang nyaris tidak terdengar lagi” Kata Hambali.

Selain itu, Hambali juga meminta agar Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Bapak Amir Yanto mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan kembali terhadap 13 pejabat jajaran Kemenag Sumut yang sampai saat ini sudah tidak terdengar.

“Ini PR bagi pak Amir Yanto selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Jangan sampai kasus ini kembali mengendap hingga berulang tahun di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.” Tegas Hambali.

Informasi yang diterima, bermula kasus dugaan pungli di Kemenag Sumut terjadi pada pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang nilainya berkisar Rp. 2 Milyar lebih.

Dikabarkan pengutipan kepada Siswa/i sebanyak 50 persen setiap madrasah. dari mulai Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA), diwajibkan mengikuti seleksi KSM tersebut. Setiap siswa/i membayar Rp35 ribu yang dibebankan kepada kepala madrasah masing-masing.

Padahal, seleksi pelaksanaan KSM hanya mencari 11 orang utusan yang akan dikirim dalam pelaksanaan KSM tingkat nasional di Manado September 2019 lalu. Selain itu, dugaan jual beli jabatan di jajaran Kemenag Sumut terjadi untuk mempertahankan posisi jabatan agar tidak dicopot atau dirotasi, yang kini belum terungkap. (Sp/ri).

Comments on Facebook