Binjai.AnalisaOne.com – Satpol PP Kota Binjai kembali gencar melakukan penertiban pedagang di sekitar lapangan merdeka Kota Binjai.
Kabarnya penertiban tersebut atas intruksi Kasatpol PP Kota Binjai, Arif Budiman Sihotang yang di perintahkan oleh Walikota Binjai, Amir Hamzah kepada para pedagang.
Terlihat Kepala Seksi Satpol PP Kota Binjai dan Humasnya bernama Ganda didampingi puluhan personil satpol Pp turun dalam penertiban dan penindakan itu.
Sayangnya, penertiban bermodus perintah kasatpol PP dan walikota Binjai itu diduga sebagai bentuk akal-akalan dan tebang pilih kepada pedagang. Parahnya, pedagang minuman itu di suruh bongkar oleh Satpol PP dengan alasan menggangu pandangan rumah walikota.
Sedangkan pedagang lukisan, dan angkringan yang katanya milik orang dekat walikota tidak berani di tindak dengan alasan sudah di data oleh Satpol PP dan merupakan pedagang lama.
“Itu pedagang lama bang.sudah masuk pendataan satpol PP”ujar pedagang menirukan ucapan anggota satpol PP.
Kondisi itu menimbulkan kekecewaan mendalam serta emosi yang tinggi dari pedagang yang sudah tiga hari berjualan di lokasi. Menurut pedagang berinisial KH bahwa sikap satpol PP Kota Binjai terkesan pilih kasih dan tebang pilih.
“Ini sikap yang tidak adil. Harusnya kalau tidak boleh berjualan di lapangan merdeka, ya harus semuanya di tertibkan, bukan tebang pilih begini. Mentang-mentang mereka dekat dengan wali, ini kan tidak adil” geram KH.
KH meminta agar penertiban tanpa surat tugas yang memicu ketidakadilan kepada para pedagang harus transparan tanpa tenang pilih.Bahkan pedagang minuman meminta agar yang lainnya juga di tindak.
Sementara, Kasatpol PP Kota Binjai, Arif Budiman Sihotang yang dikonfirmasi wartawan terkait penertiban pedagang di lapangan merdeka Kota Binjai terkesan tebang pilih tidak mau menjawab meskipun pesan konfirmasi itu sudah masuk.
Kondisi ini menimbulkan persepsi buruk dibalik dugaan tebang pilih pada penertiban pedagang yang berjualan di lapangan merdeka Kota Binjai.(ri).
