Binjai.AnalisaOne.com – Puluhan warga Kota Binjai menjadi korban penipuan berkedok investasi penyewaan kendaraan “robot taxi” melalui aplikasi Risetcar. Para korban kini menyesalkan iming-iming keuntungan harian yang ternyata hanya isapan jempol belaka.

Modus penipuan ini terbilang licik. Para korban dibujuk untuk membeli “kendaraan” virtual dengan harga bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Sebagai imbalannya, mereka dijanjikan keuntungan harian dari biaya sewa “robot taxi” tersebut.
Terbukti, keuntungan harian memang dapat diraih, namun itu hanya menjadi strategi jitu bos risetcar untuk mengklabui masyarakat. Sebab, kebanyakan masyarakat yang ikut bergabung dengan modus MLM itu juga hangus.
“Ini jelas penipuan! Kita disuruh beli kendaraan dengan istilah sewa robot taxi. Nilainya fantastis, dari mulai 150 ribu hingga puluhan juta. Lalu kita dijanjikan keuntungan harian dari biaya sewa taxi itu,” ungkap Mael, salah seorang korban asal Kota Binjai.
Para korban juga mempertanyakan legalitas aplikasi Risetcar yang mengklaim telah mengantongi izin dari Kementerian Hukum dan HAM. Mereka menduga, izin tersebut hanya digunakan sebagai kedok untuk meyakinkan para calon investor.
“Herannya, kenapa Kementerian Hukum dan HAM bisa mengeluarkan AHU-nya? Kenapa perusahaan Risetcar itu bisa masuk ke Indonesia? Ini jelas kelalaian negara. Karena sudah banyak warga yang masuk dengan biaya puluhan juta, kini hanya tinggal kenangan,” sesal Mael.
Para korban mendesak Kapolri untuk segera memanggil dan memeriksa bos Risetcar yang diduga telah melakukan penipuan massal bermodus aplikasi MLM. Mereka berharap, pihak kepolisian dapat bertindak cepat untuk mengungkap jaringan penipuan ini dan menangkap para pelaku.(ri).
