Walikota Binjai Lantik Chairin Simanjuntak PJ Sekda: “Berlindung Atau Membongkar

Binjai.AnalisaOne.com I Dugaan kasus korupsi di Kota Binjai masih bergulir di kejaksaan Negeri Binjai, Ironisnya kasus yang saat ini menggegerkan Kota Binjai nyaris hilang tak bersuara.Kamis, (6/11).

Namun dibalik tingginya dugaan korupsi yang menghantui Kota Binjai, muncul dugaan “Dinasty Jabatan” yang dinilai merusak demokrasi Pemerintahan Kota Binjai.

Kali ini “Dinasti Jabatan” diduga bukan sengaja dipertunjukan oleh petahana, namun dikarenakan adanya dugaan “Penguasa Bayangan” yang saat ini mulai bergerilya menyikut perlahan – lahan hingga mulai muncul ke permukaan.

Uniknya, masyarakat ataupun LSM yang mengistilahkan adanya dugaan penguasa bayangan itu, mulai menunjukan taringnya dididuga dengan memanfaatkan “Bazer Media Sosial” untuk membombardir jaringan “Dinasty Jabatan”

Begitupun keadaan Pemerintahan Kota Binjai yang saat ini terlihat seperti adem-adem saja,terkesan mulai saling serang menyerang hingga menjadi isu tinggi adanya dugaan dualisme kepemimpinan akibat Penguasa dan Punguasa Bayangan yang mulai tak terbendung dan saling sikut-sikutan cantik layaknya skenario film India.

Namun pertunjukan istilah “SAYEMBARA” Kota Binjai mengenai Dinasty Jabatan yang saat ini mulai terlihat disebut-sebut sebagai bagian dari “Dinasty Jabatan Strategi” yang diduga sengaja dibenturkan dan menjadi polemik pintar untuk memainkan peranan Penguasa antara “Berlindung atau Membongkar”.

Tak sampai disitu, perjalanan pemerintahan Kota Binjai yang saat ini di tunjukan, menjadi catatan pertama bagi pemerintahan lain hingga mengundang tanggapan dari berbagai masyarakat, pengamat dan LSM.

Salah satu masyarakat Sumatera Utara, Osriel Limbong menyayangkan adanya isu atau dugaan dualisme kekuasaan yang terjadi di tengah-tengah Kota Binjai hingga ditakutkan para pimpinan OPD menjadi korban kekuasaan.

Meskipun isu dualisme kekuasaan saling bermunculan, Osriel menghimbau agar jangan sampai masyarakat Kota Binjai terpecah belah dan terprovokasi dengan keadaan politik yang ada.

“Kita sangat menyayangi adanya isu dan kabar dualisme kekuasaan yang saat ini mulai bermunculan di Kota Binjai. Namun apa yang terjadi di Kota Binjai, saat ini telah di pertunjukan. jangan sampai merusak atau memprovokasi masyarakat Kota Binjai apalagi sampai terpecah belah” kata Osriel.

Osriel juga menyebutkan dengan adanya dugaan konflik isu kekuasaan yang disinyalir saling serang, jangan menjadi penghalang bagi pembangunan di Kota Binjai.

“Kita berharap apa yang terjadi di Pemerintahan Kota Binjai jangan mengganggu dan menghalangi hak warga Kota Binjai untuk mendapatkan pembangunan yang merata pada tahun yang akan datang. Kasihan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak tahu mau mendekat kemana, Ditakutkan para OPD menjadi korban kekuasaan” pungkasnya.

Sementara terkait isu Jabatan Dinasty, Chairin Simanjuntak yang dikonfirmasi wartawan terkait jabatannya sebagai PJ Sekda Kota Binjai padahal memiliki catatan buruk hingga PAD parkir tepi jalan tidak tercapai sejak tahun 2022 s.d 2025 tidak mau menjawab.(ri).

Mungkin Anda Menyukai

You cannot copy content of this page