BINJAI.AnalisaOne.com – Beberapa warga masyarakat Kecamatan Binjai Barat mengeluhkan adanya pemadaman Listrik sejak menjelang sholat Jum’at hingga menjelang buka puasa.Jumat (6/2/2026).
Kondisi ini memicu dugaan spekulasi bahwa ULP PLN Binjai Barat tidak serius melakukan pemeliharaan jaringan hingga dinilai merusak kerukunan umat beragama saat umat muslim menjalani ibadah puasa.
Hal ini dikatakan oleh beberapa warga masyarakat Kecamatan Binjai Barat. Pasalnya, pemadaman listrik terjadi cukup lama tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada masyarakat.
Bagas (34), salah satu warga Kelurahan Sukaramai, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan perusahaan pelat merah tersebut yang tidak ada memberitahukan terlebih dahulu.
Ia menyebut, aliran listrik di rumahnya sudah padam sejak pukul 12.00 WIB siang tadi.”Mati lampu sudah dari jam 12 siang sampai jam 5 sore masih belum hidup,” keluh Bagas kepada wartawan.
“Mau beribadah pun susah karena enggak ada air. Apalagi ini sudah sore, mau bersiap menyiapkan berbuka puasa untuk keluarga jadi telat,” tambahnya.
Terpisah, Kepala PT PLN Rayon Binjai Barat, Andreas Frans, yang dikonfirmasi wartawan terkait tanggapannya atas padamnya listrik di Kecamatan Binjai Barat tanpa pemberitahuan ke masyarakat dan lambannya penanganan pemeliharaannya belum mau menjawab.
Sementara merujuk pada Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral nomor 27 tahun 2017 tentang mutu pelayanan dan biaya yang terkait dengan penyaluran tenaga listrik oleh PT PLN, jika terjadi gangguan konsumen berhak mendapatkan pengurangan tagihan listrik sebagai kompensasi jika PLN tidak memenuhi standar mutu pelayanan (seperti lama gangguan, kesalahan pembacaan meter, dll.), berdasarkan Peraturan, orang nomor satu di ULP PLN Binjai Barat itu memilih bungkam.(ri).
