BINJAI.AnalisaOne.com – Dalam apel gabungan seluruh aparatur pemerintah Kota Binjai yang berfokus pada penanggulangan bencana, Hal itu disampaikan oleh Walikota Binjai melalui Sekretaris Daerah Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M.
Ia menyampaikan pesan penting dari Walikota Binjai kepada ribuan peserta yang berkumpul di Lapangan saat menggelar Apel Pemko Binjai.
“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan pesan dari Bapak/Ibu Walikota Binjai bahwa keamanan dan kesejahteraan warga adalah prioritas utama pemerintah,” ucap Sekdako saat membacakan amanat Walikota.
Pesan tersebut menekankan bahwa setiap langkah dalam penanggulangan bencana harus berpusat pada kepentingan masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan terkena dampak.
Acara yang diikuti oleh Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Setdako, pimpinan OPD, camat, lurah, serta seluruh ASN dan non-ASN ini juga mengangkat data kondisi terkini – sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat 14 kasus kebakaran, ditambah dengan pengalaman pahit banjir pada November 2025 dan angin puting beliung pada Februari 2026 yang menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan yang matang.
Melalui Sekdako, Walikota juga menegaskan bahwa “kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab BPBD semata, melainkan tugas bersama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah dari tingkat kecamatan hingga pusat kota”. Koordinasi yang erat antar sektor dan kemampuan untuk merespons dengan cepat harus menjadi modal utama dalam menghadapi setiap kemungkinan kejadian bencana.
Saat ini, sesuai arahan Walikota, BPBD Kota Binjai telah membentuk empat pos pengawasan strategis di seluruh kota: dua pos pemadam kebakaran di Kecamatan Binjai Barat dan Binjai Utara, serta dua pos pemantauan air di wilayah Namu Sira-Sira dan Pantai Senyum. Semua pos tersebut telah dilengkapi dengan peralatan dan personel yang siap siaga 24 jam.
Pesan dari Walikota juga menekankan pada pentingnya pencegahan dan edukasi. “Kita harus mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif – mulai dari menjaga kebersihan sungai agar tidak terjadi banjir, hingga menyediakan APAR di setiap rumah dan usaha,” jelas Sekdako.
Selain itu, Walikota mengingatkan agar pendidikan kebencanaan diberikan sejak dini kepada anak-anak sekolah, sehingga generasi muda memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi situasi darurat.
Menutup acara, Sekdako menyampaikan harapan dari Walikota agar seluruh aparatur dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta berkomitmen untuk menjadikan Kota Binjai sebagai daerah yang tangguh terhadap bencana, maju, dan sejahtera bagi seluruh warganya.(ri).
