Binjai.AnalisaOne.com – Persoalan relokasi pedagang di Kota Binjai masih belum menemui titik terang. Pasalnya, Pemko Binjai baru melakukan diskusi secara resmi kepada pihak Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Agung. Senin, (4/5).
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di balik langkah nyata Pemko Binjai soal pemberian solusi relokasi kepada pedagang. Apakah hanya sebagai upaya pembelengguan semata atau sekadar tebar pesona?
Pantauan wartawan di lokasi Masjid Agung, terlihat Pemko Binjai baru melakukan kunjungan kepada pengurus BKM Masjid Agung bersama para pedagang, dengan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak.
Selain Sekretaris Daerah Kota Binjai, diskusi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Sopyan Siregar, dan beberapa perwakilan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Olahraga.
Dalam diskusi tersebut, Ketua BKM Masjid Agung, M. Yusuf atau akrab disapa Ucok Ang, menerima langsung kedatangan Sekda Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, dan Kadis Koperasi, Sopyan Siregar, beserta beberapa perwakilan pedagang.
Para pedagang menyampaikan keluh kesahnya, bahwa sudah beberapa hari mereka tidak dapat berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Bahkan, salah seorang wanita berhijab menyatakan rela tidak mendapatkan bantuan yang dijanjikan oleh Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, melalui Dana CSR Bank Sumut, asalkan diizinkan berjualan di lokasi semula.
“Saya usul ini, Pak. Tidak dapat bantuan pun tidak apa-apa, asalkan kami dikembalikan ke tempat lama. Dulu saya pernah menyewa lapak berdekatan dengan lokasi es kelapa, tapi usaha saya tidak berkembang, Pak. Makanya saya sangat berharap bisa berjualan kembali di tempat asal,” ujarnya.
Sementara itu, Kadis Koperasi Kota Binjai, Sopyan Siregar, yang berdampingan dengan Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, menjelaskan bahwa kedatangan mereka saat ini masih dalam tahap diskusi, belum sampai pada penetapan lokasi baru untuk pedagang.
“Ini masih tahap diskusi, nanti akan ada pertemuan lanjutan. Saya siap hadir dan berupaya membantu memperjuangkan nasib para pedagang,” ujar Sopyan.
Terpisah, saat diwawancarai wartawan terkait tujuannya bertemu pengurus BKM dan para pedagang di sekitar lokasi Masjid Agung, Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, enggan memberikan tanggapan.
“Saya sedang ada acara, Nanti lain kali aja ya” kata Chairin Simanjuntak.
Di tempat terpisah, Ketua BKM Masjid Agung, M. Yusuf, menjelaskan kepada wartawan bahwa pertemuan ini membahas rencana relokasi pedagang ke area sekitar Masjid Agung.
“Untuk penempatan pedagang, pihak pengurus Masjid Agung hanya dapat menampung maksimal 10 orang pedagang kuliner dan minuman. Jika jumlahnya lebih dari itu, kami tidak dapat mengakomodasi,” tutur Ucok Ang mengakhiri percakapan. (ri)
