BINJAI.AnalisaOne.com – Rasa takut dan amarah warga Kota Binjai memuncak. Belum hilang luka dan kesedihan atas kasus pembegalan yang menimpa seorang wanita berhijab di Jalan Umar Baki, Kecamatan Binjai Barat, kurang dari seminggu berselang, kejahatan serupa kembali terjadi.
Kali ini sasaran kejam para pelaku adalah seorang pelajar SMA Negeri bernama Yudha, yang harus terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Djoelham dengan luka bacokan, setelah sepeda motor dan barang berharganya dirampas paksa.
Kejadian mencekam menimpa Yudha saat dirinya melintas di Jalan Sawo 3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Selatan.Saat itu, pagi hari masih tergolong sepi dengan waktu transisi antara gelap menuju terang yaitu jam yang kini terbukti menjadi momen favorit pelaku beraksi.
Sepulang mengantar ayahnya yang bekerja sebagai supir di pabrik kelapa sawit, korban yang mengendarai Honda Vario tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh kedua pelaku yang berboncengan.
Korban sempat berani melawan dan berusaha mempertahankan kendaraannya. Namun naas, pelaku tak segan mengancam nyawa dengan mengacungkan parang.
Yudha terpaksa menangkis serangan tajam itu, namun tangannya terluka parah terkena sabetan senjata tajam. Motor dan ponsel pintarnya berhasil dibawa kabur pelaku, sementara ia harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Kemarahan warga meledak mendengar peristiwa ini. Rizal, salah satu warga Binjai Barat, dengan tegas menyayangkan dan mendesak Polres Binjai bekerja lebih keras.
Menurutnya, terulangnya kasus begal dalam jarak waktu sangat dekat adalah bukti nyata adanya kelalaian dan pembiaran.
“Kami sangat kecewa. Belum hilang perihnya kasus ibu berhijab, sekarang anak sekolah jadi korban. Ini bukti pelaku makin berani beraksi di jam-jam sepi dan jalan yang minim penerangan. Ada rekaman CCTV, kasus ini sudah viral, tapi kenapa belum juga tertangkap? Kami nilai kinerja kepolisian terkesan membiarkan,” tegas Rizal dengan nada tinggi.
Warga menuntut keadilan dan jaminan keamanan. “Kami minta pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera. Jangan sampai ada korban lain lagi,” desaknya.
Menanggapi gelombang protes publik dan maraknya kasus kejahatan jalanan ini, Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana, memberikan respons yang mengundang perhatian. Melalui pesan singkat, ia meminta media dan masyarakat untuk tidak menafsirkan situasi berlebihan.
“Tolong jangan di framing dari 1–2 kejadian seolah-olah Binjai tidak aman. Kami berempati, kami tetap berkomitmen menjaga keamanan kota ini,”tulis AKBP Mirzal, Senin,(11/5).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah gencar melakukan langkah pencegahan. Patroli gabungan rutin digelar di jam-jam rawan, untuk menekan potensi kejahatan mulai dari balap liar, geng motor, hingga kenakalan remaja agar tidak berkembang menjadi tindak kriminal berat.
Namun menyadari kekhawatiran warga, Kapolres mengaku telah membentuk Tim Khusus Anti Begal. Pasukan ini ditugaskan khusus memburu para pelaku kejahatan jalanan dan memastikan tidak ada lagi ruang gerak bagi para pembegal di wilayah hukum Binjai.
“Tim Satreskrim sudah bergerak mengusut kasus ini. Tim khusus yang saya bentuk akan berburu mereka tanpa henti. Kami pastikan keamanan tetap terjaga,” tegasnya.
Selain langkah penindakan, Kapolres juga menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berperan aktif menjaga keselamatan diri sendiri.
“Jadilah polisi bagi diri sendiri. Berkendara sesuai aturan, hindari jalan sepi, dan pastikan memarkir kendaraan di tempat aman yang diawasi, bukan di sembarang tempat,” imbau AKBP Mirzal Maulana.
Di tengah janji kepolisian itu, Yudha masih terbaring murung di RSUD Djoelham, berjuang melawan rasa sakit dan trauma. Satu pertanyaan besar masih menggantung di hati warga Binjai akankah keberhasilan mengungkapkan para pelaku??.(ri).
