Deliserdang.AnalisaOne.com – Program pembangunan infrastruktur jalan yang digencarkan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan beserta Wakil Bupati Lomlom Suwondo belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, setelah jalan yang baru saja diaspal di Kecamatan Sunggal kembali mengalami kerusakan.
Kerusakan terjadi diduga karena banyak truk bermuatan dari pabrik melebihi batas tonase melintas di jalan yang baru dikerjakan hingga viral di media sosial.
Pantauan wartawan menunjukkan truk-truk milik perusahaan di kawasan jalan Tanjung Balai Desa Paya Geli dan Jalan perintis Kemerdekaan, Desa Sei Semayang seringkali membawa muatan jauh di atas ketentuan kapasitas jalan.
Padahal jalan yang dibangun oleh Dinas SDABMBK Deli Serdang termasuk kelas C dengan kapasitas maksimal hanya 8 ton.
“Jalan ini hanya berkapasitas 8 ton kebawah bang, jadi tidak dapat dilalui oleh truk yang berkapasitas diatas 8 ton” kata Pengawas pekerjaan aspal kepada wartawan baru-baru ini.
Salah seorang warga setempat berinisial SL juga menyebutkan bahwa jalan aspal khususnya di Kecamatan Sunggal sering mengalami kerusakan meskipun baru dikerjakan.
“Kalau seperti ini rusak semua jalannya bang. Banyak truk dari perusahaan yang bermuatan berlebihan masih bisa lewat, namun tidak di tindak” ujar SL kepada wartawan.
SL mengatakan bahwa truk pengangkut muatan yang berlebihan sudah tahunan melintas di Kecamatan Sunggal, namun tidak ada upaya himbauan atau sosialisasi dari Dinas Perhubungan Deli Serdang.
Sementara Suriadi Aritonang Kepala Dinas Perhubungan Deli Serdang saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (19/1) terkait tidak adanya pengawasan terhadap jalan yang baru dikerjakan dilalui truk pengangkut muatan berlebihan lebih memilih diam.
Sikap bungkam ini dianggap sebagai bukti buruknya kinerja Kadishub dalam menjaga kualitas jalan yang telah disiapkan.
Diwaktu yang sama, beberapa masyarakat Kecamatan Sunggal juga mengeluhkan kondisi jalan yang kembali rusak hingga viral di media sosial.
“Kita harap pemerintah bisa mengatasi masalah ini dengan cepat. Bukan hanya memperbaiki saja, tapi juga mengawasi agar tidak terulang lagi,” ujar beberapa warga.
Masyarakat juga meminta kepada Bupati Asri Ludin Tambunan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang tidak patuhi peraturan, termasuk mengevaluasi kinerja Dinas Perhubungan yang terkesan tidak bekerja.
Mereka menekankan bahwa pembangunan jalan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga harus diimbangi dengan upaya pemeliharaan dan pengawasan yang maksimal.
“Kita mengapresiasi program pembangunan dari Bupati, tapi kalau hanya dibangun lalu dibiarkan rusak karena tidak ada pengawasan, itu sia-sia saja uang rakyat,”kata warga mengakhiri.(ri).

