Jembatan Atau Gorong, Anggaran Ratusan Juta Mengalir, Misteri Proyek di Deli Serdang

Deli Serdang.AnalisaOne.com I Proyek pemeliharaan jembatan di lima desa Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, senilai Rp 119.975.480,  menuai kontroversi.

Bukannya kokoh, kondisi jembatan justru memprihatinkan, sementara anggaran yang digelontorkan terkesan menguap tanpa jejak. Warga setempat geram melihat proyek yang diduga asal-asalan dan jauh dari kata bermanfaat ini.

Proyek yang dikerjakan melalui Penunjukan Langsung (PL) menjadi sorotan tajam.  Alih-alih memperbaiki jembatan, pekerjaan yang dilakukan justru terkesan memperbaiki gorong-gorong jalan.

“Ini jembatan apa gorong-gorong?  Anggaran minim, pekerjaannya asal-asalan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, khawatir akan mendapat intimidasi.

Lebih mengejutkan lagi, proyek yang seharusnya diawasi ketat ini hanya melibatkan empat pekerja tanpa pengawasan dari pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) atau konsultan.

Para pekerja, yang sebagian besar merupakan pekerja harian lepas, mengaku tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami hanya pekerja harian, Pak. Tidak ada BPJS,” ujar salah seorang pekerja.  Kondisi ini jelas melanggar aturan ketenagakerjaan dan membahayakan keselamatan para pekerja.

Sementara, Kepala UPT Dinas SDABMBK, Zainuddin Ginting, membenarkan bahwa pengerjaan perawatan tersebut, namun bukan dirinya yang mengawasi.

“Bukan saya bang, itu Pengawasan kepada PPTK, Kevin”ujarnya.

Kevin yang di sebut sebagai PPTK malah  justru membantah bertanggung jawab.  “Bukan bang,” ujar Kevin singkat sebelum mematikan telepon.

Ketidakjelasan ini semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam proyek tersebut.

Terpisah, LSM Garda Pengawasan Perlindungan Konsumen, melalui Sekretarisnya Rahmad Budianto, turut angkat bicara. Budi mempertanyakan kegunaan proyek ini bagi masyarakat dan mendesak agar Dinas SDABMBK Deli Serdang melakukan investigasi menyeluruh.

“Ini harus diusut tuntas! Jangan sampai anggaran APBD terbuang sia-sia,” tegas Budi.

Budi menyebutkan bahwa proyek bernilai ratusan juta rupiah kini menjadi misteri yang menyelimuti Deli Serdang.
“Apakah ini sekadar ketidakmampuan atau ada sesuatu yang lebih tersembunyi di baliknya?
Kita minta agar APH bekerja” terangnya.(ri).

Mungkin Anda Menyukai

You cannot copy content of this page