Sunggal.AnalisaOne.com I Program “Bekerja Bertemu Rakyat” (Berjemur) Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan di Desa Puji Mulio berbuah pengaduan.
Bukannya solusi, program tersebut justru mengungkap dugaan keterlibatan oknum pejabat dalam melindungi PT. Leomas, perusahaan pengolahan kelapa sawit yang diduga melakukan pencemaran lingkungan.
Warga Desa Puji Mulio, yang telah bertahun-tahun menderita akibat kebisingan dan polusi udara dari pabrik PT. Leomas, mengadukan langsung permasalahan ini kepada Bupati.
“Kami sudah berulang kali mediasi di tingkat desa, tapi tidak ada hasilnya. Pabrik ini beroperasi 24 jam, suara mesinnya sangat mengganggu, dan udara di sekitar pabrik sangat tercemar, tolong pak bupati agar segera mendengar keluhan kami.” ungkap perwakilan warga.Jumat, (1/8).
Bupati Tambunan, yang tampak geram mendengar keluhan warga, langsung memerintahkan Kepala Dinas Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perizinan untuk menyelidiki izin operasional PT. Leomas.
“Terima kasih atas pengaduannya,jika ada pelanggaran, izinnya akan dicabut. Jadi ketepatan disini ada kepala Dinas, saya perintahkan agar periksa izin operasionalnya. Kalau izinya 1 sif, di buatnya 2 sif, ini tidak bisa. Segera tindak itu, dan lihat juga permohonan pendirian pabrik, ada gak warga yang setuju mendirikan pabrik itu”tegas Bupati Tambunan.
Namun, kejanggalan muncul setelah acara Berjemur. Terungkap bahwa pemilik PT. Leomas, disebut-sebut bernama Chandra itu juga terlihat makan bersama rombongan Bupati di Rumah Makan Keraton.
Meskipun di meja yang berbeda, namun hal ini memicu kecurigaan adanya kedekatan antara oknum pejabat dengan pemilik pabrik yang seperti di setting ikut di rumah makan kraton diduga ingin memperkenalkan pemilik usaha pabrik PT.Leomas.
Salah seorang warga yang juga makan bersama mengungkapkan kekecewaan lantaran adanya pemilik pabrik ikut makan di rumah makan bersama rombongan Bupati Asriludin Tambunan.
Ia menyebutkan bahwa perilaku ini jelas mempermalukan Bupati dan wakil bupati, sehingga kita meminta agar Bupati mencari tahu siapa orang yang menyeting pemilik pabrik juga ikut makan bersama rombongan Bupati.
“Kami curiga ada permainan. Ini sama saja membuat malu bupati dan wakil bupati Deli Serdang, Bagaimana mungkin pemilik pabrik bisa makan bersama Bupati setelah warga mengadukan pencemaran yang dilakukan perusahaannya?. Ini jelas menjatuhkan marwah bupati dan wakil bupati. Jadi kita meminta agar di selidiki siapa oknum yang mengundang pemilik hadir di rumah makan kraton seakan-akan dekat dengan pemerintahan kabupaten Deli Serdang” ungkap masyarakat yang juga ikut makan bersama.
Dugaan kolusi ini semakin menguatkan desakan warga agar Bupati Tambunan menindak tegas oknum yang terlibat.
“Mereka bukan hanya meminta PT. Leomas menghentikan pencemaran, tapi juga meminta Bupati untuk membersihkan pemerintahan dari oknum-oknum yang bermain mata, seperti oknum yang terindikasi ada yang menyeting” tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT. LEOMAS, Kasus ini menjadi sorotan publik dan menuntut transparansi serta penegakan hukum yang adil.(ri).
