Binjai.AnalisaOne.com – Dinginnya udara pagi di Jalan S.M. Raja, Kelurahan Sumber Mulyorejo,Kota Binjai tidak menyembunyikan aksi yang membuat mata terbengkalai.
Seorang pria berinisial ABD (26) asal Desa Beringin, Aceh Timur, tampak asyik menghisap sesuatu yang terlihat seperti sabu-sabu di jalanan dekat rumah warga.
Gerakannya tanpa rasa takut direkam kamera, dan dalam sekejap, video itu meledak di jagat maya Sumatera Utara.
Kejadian ini bukanlah hal baru terjadi di Kota Binjai. Sebelumnya, Vidio viral penjualan dan penggunaan narkotika juga pernah menggemparkan media sosial.
Seolah ada izin tersirat, pelaku berani melakukan kejahatan di tempat terbuka, sebuah tanda yang menusuk seperti jarum
“Ini bukan hanya tentang satu orang,” ucap Assoc Prof T Riza Zarzani, Akademisi Hukum Universitas Pancabudi Medan, dengan nada tegas.
Menurutnya, keberanian semacam itu tumbuh karena lingkungan yang membiarkan ketidakjujuran hukum berkembang.
“Penipuan di Layar, Realitas Dibalik Lemahnya Kontrol Narkoba di Kota Binjai, membuat aksi heroik dan terang-terangan “ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa mengacu pada Teori Broken Windows, aksi nekat itu karena hukum yang tidak tegas, dan lemahnya pengawasan.
“Orang ini berani menyimpang karena melihat hukum yang tidak tegas. Rasa takut melakukan kejahatan sudah hilang, dan rehabilitasi bagi pecandu masih jauh dari kata cukup.”ucapnya.
Riza menekankan, peredaran narkoba yang tidak terkontrol membuat barang haram itu mudah didapat.
“Sumatera Utara sudah bertahun-tahun jadi juara prevalensi penyalahgunaan narkoba, dan Binjai termasuk zona merah,” katanya dengan nada mendesak.
Ia menuntut sinergi antara Polres Binjai, BNN, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah untuk melakukan penindakan luar biasa, sesuai UU No 35 Tahun 2009.
Namun, kenyataan yang muncul setelah penangkapan membuat semua orang terkejut. Kasat Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane mengungkap kepada wartawan bahwa pelaku ABD bukan menghisap sabu seperti pada vidio yang viral.
“Yang dia hisap bukan sabu, melainkan rokok yang ditempatkan di alat seperti bong. Tapi tes urine menunjukkan dia positif. dia mengaku pernah pakai sabu 3 bulan lalu dari Kampung Lalang, Medan.”ujar Ismail sembari mengatakan ABD dijadwalkan menjalani rehabilitasi.
Di sisi lain, Kepala BNN Kota Binjai Ucok Ferry menambahkan bahwa dari hasil asesmen, ABD diduga mengalami gangguan jiwa.
“Penanganan sudah kami koordinasikan dengan Polres Binjai, namun untuk detail penanganan zona merah dan tingkat kesembuhan, saya tidak bisa berkomentar,” katanya singkat.
Aksi yang tampak nekat ternyata menyembunyikan lapisan kompleks. dari lemahnya kontrol peredaran narkoba, hingga kondisi yang mungkin mempengaruhi perilaku pelaku.
Akibatnya muncul pertanyaan besarnya yang masih menggantung kapan zona merah narkoba di Binjai benar-benar bisa diubah menjadi zona aman?.(ri).
