Foto : Ilustrasi.
Binjai.AnalisaOne.com – Semangat Sumpah Pemuda yang seharusnya membara di dada para pemuda-pemudi Indonesia, tercoreng oleh insiden memilukan di SMA Swasta Taman Siswa (Tamsis) Binjai.
Peringatan hari bersejarah itu diwarnai perkelahian antar siswi yang berujung pada aksi kekerasan diduga menggunakan senjata tajam hingga belumuran darah.
Informasi yang dihimpun, di tengah persiapan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda, dua siswi terlibat perselisihan yang berujung pada perkelahian fisik.
Ironisnya, insiden ini terjadi di lingkungan sekolah, tempat seharusnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan dijunjung tinggi.
Akibat perkelahian tersebut, seorang siswi mengalami luka serius di bagian bibir akibat sabetan benda tajam yang diduga pisau cutter hingga korban dilarikan ke RSUD Djoelham Binjai untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, pihak sekolah kepada wartawan terkesan enggan memberikan keterangan resmi terkait insiden yang mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut.
Hingga berita ini di terbitkan, motif di balik perkelahian berdarah ini masih menjadi misteri. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa perselisihan dipicu masalah asmara. Namun, kebenaran informasi ini masih perlu dikonfirmasi oleh pihak berwajib.
Aparat kepolisian dari Polsek Binjai Kota telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Binjai untuk penanganan lebih lanjut.
Insiden ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas. Di tengah semangat Sumpah Pemuda yang digaungkan, masih terjadi aksi kekerasan di kalangan remaja.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar tentang efektivitas pendidikan karakter dan pembinaan moral di sekolah. Masyarakat menuntut transparansi dari pihak sekolah dan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini agar terang benderang.
Peringatan Sumpah Pemuda yang seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, justru ternoda oleh aksi kekerasan yang mencoreng nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih serius dalam membina generasi muda agar memiliki karakter yang kuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.(ri).
