Binjai.AnalisaOne.com – Dugaan kasus premanisme yang dilakukan oleh oknum security Rumah Sakit Latersia kini mendapatkan jawaban usai pihak humas RS Latersia memberikan tanggapan melalui pesan whatshap kepada wartawan.
Dr.Rere menyebutkan bahwa kasus mengajak duel keluarga pasien yang datang menjemput keluarga sudah ditanggapi pihak RS Latersia dan telah dilakukan pemberian sanksi kepada oknum Security RS Latersia yang bekerja.
“Terkait hal tersebut, pihak terkait sudah diberi sanksi surat peringatan ketiga (SP3) disertai pemotongan gaji dan sedang tahap mediasi dengan pihak keluarga”ujar Rere kepada wartawan, Selasa, (3/2).
Sayangnya dalam jawaban tersebut, pihak humas RS Latersia itu enggan meminta maaf atas pelayanan kesehatan RS Latersia yang buruk akibat ulah oknum security itu.
Terbukti Rere yang di konfirmasi lanjutan oleh wartawan terkait aksi brutal oknum security menantang keluarga pasien selain meresahkan masyarakat dan pengunjung Rumah Sakit, juga akan berdampak kepada usaha dan reputasi RS Latersia tidak mau berkomentar.
Sementara Reza selaku korban yang di tangtang duel oleh security menyebutkan bahwa pihak rumah sakit belum ada melakukan mediasi kepada dirinya dan keluarga.
“belum ada bang, sampai sekarang pihak RS tidak ada mengabari kita, jadi sejauh mana tindakan tegas dan sanksi dari RS Latersia saya tidak tahu”ungkap Reza.
Berdasarkan pernyataan Reza, menyebutkan bahwa pihak RS Latersia terkesan menganggap entang kejadian tersebut hingga ditakutkan akan terulang lagi kepada keluarga pasien lainnya dan mendesak agar pihak RS melakukan pemecatan oknum security agar lebih serius dalam menjaga pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sebelumnya, kasus tersebut bermula saat Reza hendak menjemput bapak mertuanya yang sedang sakit di RS Latersia karena sudah diperbolehkan untuk pulang.
Lantas Reza memarkirkan mobilnya di area yang telah disediakan untuk penjemputan, beberapa meter turun dari mobilnya, Reza langsung dihampiri oleh dua oknum security.
Salah satu oknum security berbadan gempal itu langsung marah dan mendatanginya sambil menunjuk mobil milik Reza.
Meskipun sudah dijelaskan oleh Reza, dengan nada tinggi oknum itu tidak terima dan langsung membalas Reza dengan makian.”Saya jawab pelan, ‘Bentar, sedang jemput pasien’. Tapi respon mereka sangat kasar dan arogan,” ungkap Reza kepada wartawan.
Situasi semakin tidak kondusif saat Reza mempertanyakan profesionalitas petugas tersebut. Merasa tersinggung, kedua oknum security itu diduga melontarkan ancaman fisik yang menjurus ke tindakan premanisme.
“Kau jangan sok jago, habis kau nanti!” ucap Reza menirukan gertakan oknum tersebut.
Ketegangan mulai terlihat ketika oknum security berbadan gempal marah-marah dan membuka baju kerja kesayangannya sambil menantang Reza untuk berduel satu lawan satu.
Tak hanya menantang, aksi dorong sambil teriakan besar dilakukan oleh oknum tersebut kepada Reza hingga menjadi tontonan keluarga. “Sini kau, main kita!” ungkapnya menirukan.(ri).

