Binjai.AnalisaOne.com – Proyek penggalian Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) milik PLN UP3 Binjai yang tengah berjalan di sejumlah ruas jalan utama Kota Binjai menuai kecaman keras dari berbagai pihak.
Selain diduga melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja, pengerjaan yang dilakukan pihak ketiga ini dituding tidak transparan soal anggaran, merusak infrastruktur jalan, dan mengabaikan kenyamanan publik.
Ketua LSM DPC Kota Binjai LPPAS-RI, Zulkifli, bersama Direktur Eksekutif P3HSU, Jaspen Pardede, secara tegas menyatakan kekecewaan mereka. “Kita sangat menyesalkan adanya ketidaktransparanan pihak PLN UP3 Binjai terkait proyek penggalian SKTM yang diduga ditenderkan. Berapa anggarannya tidak terpajang pada pekerjaan saat ini, ini indikasi pembohongan publik!” ujar Zulkifli geram.Jumat,(12/9).
Menurut keduanya, proyek ini bukan hanya minim informasi, tetapi juga secara nyata merusak badan jalan milik Dinas SDABMBK Kota Binjai dan menimbulkan gangguan serius bagi pengguna jalan. “Kita akan mengirimkan surat resmi ke PLN UP3 Binjai untuk mempertanyakan masalah ini. Publik berhak tahu berapa anggaran yang digelontorkan untuk pengerjaan ini,” tambah Jaspen Pardede.
Pantauan di lapangan menunjukkan, lokasi penggalian yang meliputi Jalan MT. Hariono, Jalan Sutomo, Jalan Amir Hamzah, Jalan Cut Nyak Dien, dan Jalan Menanti, tidak dilengkapi dengan plang proyek yang lazimnya memuat informasi detail seperti nilai proyek, kontraktor pelaksana, dan jangka waktu pengerjaan. Yang ada hanyalah “plank himbauan” yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan publik mengenai transparansi anggaran.
Kondisi ini jelas memicu keresahan di kalangan masyarakat. Selain macet dan debu akibat galian, ketidakjelasan nilai proyek menimbulkan spekulasi dan kecurigaan. Hingga berita ini diturunkan, PLN UP3 Binjai belum memberikan klarifikasi resmi terkait besaran anggaran proyek penggalian SKTM yang sedang dikerjakan. Keheningan dari pihak PLN ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik yang tidak transparan dan akuntabel.(ri).

