Deli Serdang.AnalisaOne.com – Tumpukan sampah yang menggunung di aliran parit luar Sekolah Yayasan Gusti Wijaya, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang menjadi sorotan panas setelah pihak sekolah diduga melepaskan tanggung jawab dan malah memviralkan bahwa masalah tersebut bukan urusannya.
Bagaimana tidak sampah yang tersangkut di depan bagian keluar parit sekolah ternyata berasal dari aliran dalam wilayah sekolah itu sendiri.
Namun, sebaliknya menangani masalahnya, seorang guru bermarga Siregar sekaligus pengurus Persadaan Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (PM Tabagsel) Kecamatan Sunggal malah memanggil wartawan diduga untuk memutar balik fakta, menyatakan bahwa sampah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kecamatan Sunggal bukan sekolah.
Kabar viral ini membuat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Suparno, turun langsung bersama Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Sunggal untuk menindaklanjuti.
“Pembersihan sampah di lingkungan sekolah adalah prioritas kita demi kualitas pendidikan peserta didik,” tegas Suparno kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa meskipun sampah telah dibersihkan pemerintahan Kecamatan Sunggal, sekolah Gusti Wijaya tetap memiliki tanggung jawab penuh dalam pengelolaan sampah di wilayahnya.
“Sekolah harus perduli dan tidak boleh hanya melepas tanggung jawab,” ujarnya.
Di soal bahwa sekolah tersebut pernah dijadikan lokasi pelantikan PM Tabagsel yang pernah dihadiri eks Wakil Bupati Deli Serdang Ali Yusuf Siregar selaku ketua umum PB PM Tabagsel saat mendekati pilkada, Suparno mengaku tidak mengetahui.
“Saya tidak tahu itu”pungkasnya.
Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah Gusti Wijaya belum ada melakukan klarifikasi terkait sampah yang ada di aliran parit sekolah apakah telah melakukan pembersihan sampah di sekolahnya atau bukan tanggung jawabnya.
Sementara Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Sunggal, Mardiah Pardede, menyebutkan bahwa sampah baru dibersihkan setelah informasi viral masuk.
“Sampah memang berada di aliran luar parit sekolah. Sulit membedakan apakah sampah itu dari sekolah atau warga masyarakat yang membuang ke parit. Sebab, parit pemerintah berada didalam sekolah” katanya.
Disisi lain salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengaku sering melewati lokasi tersebut dan menyatakan juga bahwa tidak bisa membedakan sumber sampah yang tergenang itu. namun menegaskan bahwa parit berada di dalam sekolah sehingga menjadi tanggung jawab sekolah.
“Sampah sering menumpuk tapi jarang dibersihkan. Sekolah seakan melepas tanggung jawab dengan menyalahkan pemerintah. Parahnya lagi, parit pemerintah itu kan di dalam sekolah, jadi sulit membedakan apakah siswa membuang sampah sembarangan atau dari warga hulu yang membuangnya dan mengalir di parit itu” ujar warga tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Sunggal Kanan, Ramlan,yang di konfirmasi wartawan menyebutkan bahwa pihaknya telah membuat surat ke UPT PUPR Kabupaten Deli Serdang terkait kondisi parit yang rata sehingga menyebabkan sampah tersangkut dan menumpuk.
Ramlan juga mengklaim bahwa sampah berasal dari hulu dan bukan dari sekolah.
“Kita sudah surati PUPR terkait itu bang.sampah bukan dari sekolah bang.itu dari hulu”belanya.
Saat ditanyakan ada bangunan sekolah berdiri di atas parit, apakah pihak desa sudah menegur dan mensosialisasikan. Ramlan menjawab sudah di sosialisasikan ke pemilik sekolah.
“Bangunan sekolah yang berdiri di atas parit pemerintah memang pernah ditegur dan telah dilakukan sosialisasi,” ungkapnya mengakhiri.(ri).
