Langkat, AnalisaOne.com – Aksi blokade jalan yang dilakukan warga Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat yang tergabung dalam Aliansi Mesjid terus menjadi sorotan publik.
Di balik kemarahan warga akibat kondisi jalan yang rusak parah dan tidak tersentuh perbaikan selama 20 tahun, terungkap fakta mengejutkan dan dugaan kuat adanya kepentingan kelompok tertentu serta pelanggaran aturan yang dibiarkan berlarut-larut tanpa tindakan.
Didik Gunawan, selaku Koordinator Aksi, mengungkapkan data mencengangkan berdasarkan pemantauan warga, Setiap harinya ruas jalan penghubung dua kecamatan ini dilalui oleh sekitar 300 unit truk pengangkut barang yang beroperasi dengan muatan melebihi batas tonase yang diizinkan.
Menurutnya aktivitas kendaraan berat inilah yang menjadi penyebab utama kerusakan jalan yang semakin hari semakin parah, namun nyaris tidak pernah ada tindakan penegakan hukum.
“Berdasarkan catatan dan pemantauan warga di lapangan, ada sekitar 300 unit truk yang melintas setiap hari dengan kondisi bermuatan berlebihan, jelas melanggar aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Langkat. Namun itu kembali ke pemerintahannya”ujar Didik.
“Ini adalah jalan inti penghubung antar kecamatan, namun kondisinya hancur total akibat beban berlebih tersebut. Kami meminta Bupati Langkat untuk turun langsung melihat kenyataan ini,” tegas Didik Gunawan.
Yang lebih memprihatinkan, lanjut Didik, kendaraan-kendaraan yang melanggar aturan tersebut terlihat bebas keluar masuk tanpa ada gangguan atau penindakan tegas dari aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
“Ratusan kendaraan melintas dengan tonase yang berlebihan.jadi kalau ditanyakan apakah sudah di tindak, ini kita kembalikan ke Pemkab Langkat bang”ungkapnya.
Salah seorang warga sekitar menduga kuat kelalaian ini turut menjadi penyebab mengapa kerusakan jalan terus terjadi dan tidak kunjung selesai.
“Di lokasi kejadian ini terlihat jelas, kendaraan bermuatan berlebihan itu lewat terus menerus, namun tidak pernah ada tindakan atau penindakan dari pihak kepolisian Polres Binjai. Akibatnya, kerusakan jalan terjadi terus-menerus dan menjadi masalah berkepanjangan yang sangat merugikan masyarakat,” ungkapnya tajam.
Persoalan semakin kompleks dan menimbulkan spekulasi tinggi di tengah masyarakat. Warga menduga kuat ada misteri keuntungan yang dinikmati oleh sekelompok pihak, mengingat banyaknya perusahaan besar, termasuk pabrik berskala internasional yang beroperasi di wilayah Kecamatan Selesai, namun tidak ada kontribusi nyata untuk perbaikan infrastruktur yang mereka gunakan.
Pihak perusahaan sejatinya memiliki kewajiban tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui program Dana Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, fakta di lapangan menunjukkan dana tersebut tidak pernah turun atau dimanfaatkan untuk perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam. Hal ini memicu kecurigaan adanya praktik kejahatan atau penyalahgunaan wewenang yang melibatkan pihak tertentu.
“Sangat banyak pabrik berdiri di wilayah ini, bahkan ada yang berskala internasional. Namun, sama sekali tidak terlihat kepedulian mereka terhadap kondisi jalan yang rusak ini. Kami sangat menduga ada hal lain, ada kepentingan tersembunyi di balik semua ini. Pasalnya, Dana CSR yang seharusnya ada dari perusahaan-perusahaan itu, sama sekali tidak pernah turun atau digunakan untuk pembangunan atau perbaikan jalan di desa kami,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Kekecewaan warga semakin memuncak ketika mengetahui fakta bahwa anggaran pembangunan daerah Pemkab Langkat yang mencapai nilai milyaran rupiah telah digelontorkan setiap tahunnya, namun sama sekali tidak ada alokasi yang turun untuk memperbaiki ruas jalan Desa Kwala Air Hitam yang sudah rusak selama dua dekade. Kondisi ini dinilai warga sebagai bentuk pengabaian hak publik yang sangat mencolok.
Menumpuknya masalah mulai dari kerusakan jalan parah, pelanggaran tonase kendaraan yang dibiarkan, dugaan tidak mengalirnya dana CSR, hingga anggaran daerah yang tidak pernah menyentuh wilayah mereka, membuat warga menuntut tegas agar Pemerintah Kabupaten Langkat segera bertindak nyata.
Warga menegaskan akan terus menekan pemerintah daerah agar masalah ini segera ditindaklanjuti dan jalan rusak yang menjadi urat nadi ekonomi warga ini segera diperbaiki secara tuntas, mengingat sudah terlalu lama masyarakat menanggung derita akibat kelalaian dan ketidakpedulian pihak berwenang.
Seyangnya,PLT Kepala Dinas PUPR Langkat. Wahyudiharto, S.STP, M.Si.ang juga Kepala Dinas Kominfo Langkat memilih bungkam saat dikonfirmasi wartawan terkait aksi masyarakat dari aliansi Mesjid di Desa Kwala Air Hitam.(ri).
