BINJAI.AnalisaOne.com – Aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) di depan Kantor DPRD Kota Binjai pada tanggal 01 September 2025 berakhir dengan kekecewaan mendalam.

Puluhan massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat tumpah ruah ke jalan, menyuarakan tuntutan terkait aksi joged DPR RI dan kenaikan gaji DPR, serta kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), naiknya Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), hingga dugaan penyediaan “kos-kosan setan” oleh oknum anggota DPRD Kota Binjai.
Dengan membawa spanduk bernada pedas bertuliskan:
“DPR Wakil Rakyat Tapi Rasa Ketua”.
“DPR adalah Dewan Penghianatan Rakyat”.,
“Masyarakat Pintar Kalian Yang Tolol”.,
“DPR adalah Dewan Penghianatan Rakyat”.,
“itu gedung DPR atau Kos-kosan tamtama, kok isinya setan semua??”,
massa menuntut kejelasan dan tindakan nyata dari para wakil rakyat. Bahkan, aksi sempat diwarnai pembakaran ban sebagai simbol ketidakadilan yang membara.
Namun sayang, kobaran semangat massa aksi seolah tak mampu membakar hati para anggota dewan. Tuntutan-tuntutan krusial terkait kenaikan pajak dan harga beras yang mencekik rakyat kecil, tak mendapat respons berarti.
“Lemah kalian mahasiswa! Kenapa DPRD tidak tanggapi masalah beras mahal, PBB naik, serta BPHTB juga naik?” teriak seorang warga dengan nada geram, mencerminkan kekecewaan mendalam yang dirasakan banyak peserta aksi.
Aksi demontrasi terlihat berakhir setelah Kapolres Binjai bersama para pimpinan DPRD Kota Binjai turun tangan melakukan mediasi, dan negoisasi hingga para aksi pun berakhir dengan damai. Namun, perdamaian ini terasa hambar di tengah tuntutan yang tak kunjung digubris.(ri).
