Aceh.AnalisaOne.com – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui tim peneliti dari Fakultas Teknik, Departemen Teknik Elektro dan Komputer, menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA) untuk mengembangkan sebuah platform digital inovatif.

Kunjungan tim peneliti USK ke kantor DRKA pada Selasa, tanggal 2 september 2025 lalu menandai dimulainya implementasi riset hibah Penelitian Terapan Luaran Prototipe yang berfokus pada “Pengembangan Platform Mobile Berbasis CNN untuk Klasifikasi dan Prediksi Stunting pada Anak.”
Riset penting ini dipimpin oleh Dr. Ir. Yunidar, S.Si., MT., IPU, bersama Prof. Dr. Ir. Fitri Arnia, M.Eng.Sc., IPU, dan Hendrik Leo, S.T., M.T. Kemitraan dengan DRKA tidak hanya bertujuan untuk mendukung riset, tetapi juga menyelaraskannya dengan program Gampong Sadar Adminduk (GAMSA) yang digagas pemerintah.
Sebagai lokasi percontohan, Gampong Neuheun di Aceh Besar telah dipilih, mengingat statusnya sebagai salah satu lokus stunting binaan DRKA.
Kepala DRKA, Drs. T. Syarbaini, M.Si., didampingi Kepala Bidang Kelembagaan, Mimi Novita, A.Ks., M.Si., menyambut baik inisiatif ini. Beliau menekankan urgensi sinkronisasi kegiatan riset dengan upaya pendataan anak-anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) maupun akta kelahiran, sebagai langkah krusial dalam tertib administrasi kependudukan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Peneliti, Dr. Yunidar, menjelaskan detail aplikasi berbasis Android yang sedang dikembangkan. Aplikasi ini akan dilengkapi dengan dua fitur utama: kemampuan mengklasifikasi kondisi anak melalui citra wajah menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) dan menampilkan hasil prediksi stunting.
Lebih lanjut, aplikasi ini akan mewajibkan orang tua untuk menginput data dasar anak, seperti nama, tanggal lahir, berat badan, dan tinggi badan.
“Setelah pertemuan ini, kami akan mengembangkan fitur tambahan pada aplikasi agar ada pilihan status kepemilikan KIA dan Akta Kelahiran,” imbuh Dr. Yunidar. Data terkait kepemilikan KIA dan akta yang terkumpul melalui aplikasi ini nantinya akan diteruskan secara langsung ke DRKA untuk ditindaklanjuti.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjadi alat deteksi dini stunting yang efektif, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya administrasi kependudukan.
“Kami berharap aplikasi ini tidak hanya bermanfaat dalam aspek kesehatan, tetapi juga mendukung tertib Adminduk di masyarakat,” pungkas Dr. Yunidar, menegaskan visi terintegrasi dari proyek ini untuk menciptakan generasi Aceh yang lebih sehat dan tertib administrasi.(ri).
