Medan.analisaOne.com – Keluarga Muhammad Azizan alias Azi (20) akan melaporkan dugaan salah tangkap hingga penganiayaan dengan tembakan yang melumpuhkan kaki kiri korban ke Propam Polda Sumatera Utara, sekaligus mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Medan.
Kasus bermula dari tuduhan pencurian sepeda motor Yamaha Nmax milik dokter muda Elpa Syahroni Nasution (31) yang viral melalui CCTV pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 04.48 WIB.
Kuasa hukum korban, Dr. M. Sa’i Rangkuti, SH, MH, kepada wartawan menegaskan bahwa kliennya tidak terlibat dalam tindakan pencurian.
“Polri harus profesional dan tidak boleh main hakim sendiri. Masyarakat memerangi kejahatan, tapi tidak boleh menindak orang yang bukan pelaku,” tegas Sai yang juga merupakan tim hukum Prabowo-Gibran di TKD Sumut.
Azizan yang tinggal di Jalan Datuk Kabu, Pasar 3 Tembung, mengaku dijebak teman yang tidak dikenal hingga ditangkap di kos M. Bambang Hermanto (19) pada Jumat siang (30/1).
Dalam pertemuan wartawan di Ruang Tahanan RS Bhayangkara Medan, Senin (9/2), korban menceritakan mengalami pemukulan dengan tangan, kaki, hingga kayu, bahkan disuruh saling pukul dengan Bambang di sebuah gudang yang tidak diketahui lokasinya.
“Demi menghentikan siksaan, saya mengakui hal yang tidak saya lakukan. Kemudian saya ditembak di kaki kiri saat disuruh telungkup,” ujar Azizan dengan suara bergetar penuh trauma.
Ibu korban, Kurnia (55), menyatakan melihat anaknya dengan wajah dan anggota badan bengkak saat menjenguk di Polsek Medan Area pada Sabtu (31/1) kemarin.
“Dia bilang karena tidak tahan siksaan, jadi mengaku yang tidak diperbuatnya,” kata Kurnia sambil menangis. Bambang sendiri pernah menyampaikan bahwa pelaku pada CCTV adalah orang lain dengan nama samaran Dani.
Rangkuti menegaskan bahwa Azizan tidak berada di TKP dan tidak muncul pada rekaman CCTV yang viral. “Kita akan menuntut pertanggungjawaban hukum karena tindakan penyiksaan dan tembakan yang melumpuhkan kaki klien kami,” tandasnya.
Kapolsek Medan Area, AKP Ainul Yaqin, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Rabu (11/2), menyatakan masih berada di luar kota dan akan kembali ke Medan pada Senin depan.(tim).

