Deli Serdang, AnalisaOne.com – Pemerintah Kecamatan Sunggal menggelar Apel Akbar gabungan komponen masyarakat sekaligus meresmikan Program Bedah Rumah bagi warga kurang mampu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bola di depan Kantor Kepala Desa Sei Semayang ini berjalan aman, tertib, dan kondusif, dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perangkat desa, tokoh masyarakat,anggota FKDM, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pemuda setempat.
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dengan pelaksanaan apel kesiapan satgas keamanan dan unsur masyarakat. Selanjutnya pukul 09.30 WIB, Camat Sunggal menyampaikan arahan strategis yang menyentuh berbagai sektor pelayanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan lingkungan, hingga perlindungan sosial masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Sunggal, Guntur Endah Bumi, S.STP menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam pemerataan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Ia memerintahkan para Kepala Desa se-Kecamatan Sunggal yang hadir dan Kepala Dusun untuk segera mendata anak usia masuk Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari keluarga prasejahtera kategori desil 1 hingga 5. Masing-masing desa diwajibkan mendata minimal 2 anak, dengan koordinasi langsung kepada Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak warga kami yang putus sekolah atau tidak mendapatkan hak pendidikan. Data harus akurat dan segera diserahkan agar program ini berjalan tepat sasaran,” tegas Camat.
Selain pendidikan, fokus utama lainnya adalah perbaikan data penerima bantuan kesehatan. Camat meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memaksimalkan pendataan dan verifikasi warga yang berhak menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI). Hal ini mendesak mengingat di wilayah Kecamatan Sunggal masih tercatat sekitar 32.000 warga yang belum terdata dalam sistem bantuan jaminan kesehatan.
Terkait lingkungan hidup, mengingat Kecamatan Sunggal masuk dalam daftar 7 kecamatan bebas sampah sesuai program Bupati Deli Serdang, Camat mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk mulai menerapkan pemilahan sampah sejak dini.
Sekolah diharapkan berkoordinasi dengan pihak desa dan Kepala Seksi Kebersihan untuk menciptakan budaya bersih dan tertib lingkungan.
Pemerintah Kecamatan juga memberikan perhatian serius terhadap kualitas hunian warga. Camat meminta program bedah rumah yang telah berjalan agar lebih dimaksimalkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, demi memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak dan sehat.
Puncak kegiatan dilaksanakan pukul 10.15 WIB, di mana rombongan pejabat pemerintah kecamatan dan desa meninjau langsung lokasi rumah warga yang akan dibedah.
Bantuan kali ini jatuh kepada pasangan suami istri Bapak Marlan (51 tahun) dan Ibu Mindu (50 tahun), warga Dusun XII Gang Prona, Jalan Konggo, Desa Sei Semayang. Keduanya berprofesi sebagai pekerja serabutan, dengan kondisi tempat tinggal sebelumnya yang tergolong tidak layak huni, berstruktur semi-permanen, dan mulai lapuk dimakan usia.
Secara simbolis, dilakukan peletakan batu pertama sekaligus penyerahan kunci bantuan bedah rumah kepada Bapak Marlan. Selain perbaikan fisik bangunan, keluarga ini juga mendapatkan bantuan sembako sebagai bentuk dukungan kebutuhan dasar. Pembiayaan perbaikan rumah ini sepenuhnya bersumber dari swadaya murni dari Camat dan perangkat kecamatan, Kepala Desa dan perangkat desa serta sumbangan kepedulian masyarakat setempat.
Setelah kegiatan lapangan selesai, pukul 11.00 WIB dilanjutkan rapat koordinasi tertutup bersama Kepala Desa se-kecamatan Sunggal, perangkat Desa dan para Kepala Sekolah di lingkungan Kecamatan Sunggal.
Dalam pertemuan tersebut ditetapkan 12 poin kebijakan dan tindak lanjut mendesak, antara lain:
1. Seluruh instansi dan sekolah wajib menyediakan tempat sampah terpilah dalam waktu 1 minggu, dengan rencana pengawasan langsung oleh Camat.
2. Pendaftaran siswa putus sekolah dari keluarga miskin ke dalam program Sekolah Rakyat.
3. Pelaporan siswa yang belum bisa membaca untuk dimasukkan ke program literasi dasar.
4. Intensifikasi sosialisasi kewajiban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
5. Optimalisasi pelayanan perizinan berbasis daring (OSS) melalui loket PATEN.
6. Penanganan ketertiban umum dan kasus kriminalitas jalanan (begal) yang belakangan menjadi keluhan warga.
7. Gerakan gotong royong pembersihan sampah liar dan pengorekan parit di setiap desa.
8. Pelayanan administrasi kependudukan di kantor desa untuk memutus mata rantai praktik calo.
9. Verifikasi data bantuan sosial yang akurat melibatkan Kepala Dusun.
10. Penyaluran tali asih dilaksanakan bertahap di tingkat desa.
11. Sosialisasi dan pelaksanaan program “Deli Serdang Mengaji”.
Dari catatan dan analisis di lapangan, kegiatan ini mendapatkan respons sangat positif dari masyarakat Desa Sei Semayang. Program bedah rumah dinilai menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar warga miskin, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja aparatur pemerintah, TNI, dan Polri yang turut mengawal acara.
Meskipun tidak ditemukan potensi kerawanan atau gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung, tim pemantau mencatat perlunya transparansi ketat dalam penentuan penerima bantuan pada tahap selanjutnya. Hal ini penting dilakukan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di antara warga kurang mampu lainnya yang juga membutuhkan perhatian serupa.
Secara umum, pengamanan kegiatan yang melibatkan personel Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan FKDM berjalan sangat efektif. Kegiatan resmi ditutup pukul 10.50 WIB dalam keadaan aman dan lancar.(ri).
