0-0x0-0-0#
BINJAI.analisaone.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai terus melakukan berbagai pembenahan lingkungan guna menciptakan suasana yang asri, rapi, dan memiliki nilai estetika. Salah satu langkah nyata yang kini dijalankan adalah pembangunan sarana pendukung kegiatan berupa Joglo Pertemuan.
Pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah lingkungan, melainkan juga sebagai upaya pemenuhan kebutuhan internal serta penguatan sinergitas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Binjai. Nantinya, bangunan ini akan dimanfaatkan untuk rapat kerja, koordinasi antarinstansi, serta tempat penyambutan tamu yang berkunjung.
Mewakili Kepala Lapas Kelas IIA Binjai Mochamad Mukaffi, Rudi Sembiring menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami telah melakukan pembenahan berupa pembangunan Joglo Pertemuan yang nantinya digunakan untuk kegiatan rapat koordinasi internal maupun dengan instansi lain. Lokasi ini juga akan menjadi tempat penyambutan dan jamuan bagi para tamu yang berkunjung ke Lapas Kelas IIA Binjai,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, pembenahan sarana prasarana harus terus dilakukan demi mewujudkan pelayanan yang prima, transparan, dan profesional kepada masyarakat maupun pihak terkait.
“Peningkatan kualitas pelayanan terus kami lakukan. Termasuk pembangunan joglo ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang layak dan nyaman bagi setiap pengunjung maupun mitra kerja kami,” tegasnya.
Selain pembangunan sarana penyambutan, pantauan di lokasi juga menunjukkan adanya perhatian serius terhadap peningkatan kualitas pembinaan narapidana. Berbagai kegiatan produktif digalakkan agar menjadi bekal kehidupan saat mereka kembali ke masyarakat.
“Selain perbaikan blok hunian serta ruang kegiatan pembinaan mental dan pendidikan, kami juga memaksimalkan pemanfaatan ruang untuk kegiatan keterampilan seperti pertukangan, jahit, dan kerajinan tangan,” jelasnya.
Pihaknya juga menyesuaikan program dengan visi pemerintahan saat ini. “Selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, kami juga mengembangkan program ketahanan pangan, mulai dari budidaya ikan lele, kebun hidroponik, hingga peternakan entok. Semua ini agar saat mereka bebas nanti memiliki keterampilan dan wawasan yang dapat diandalkan untuk mandiri,” pungkas Rudi.(ri).
