MEDAN.analisaone.com – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sumatera Utara meluncurkan program Sekolah Politik.
Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan organisasi dalam mencetak kader-kader berkualitas yang siap memikul tanggung jawab menjawab tantangan demokrasi dan pembangunan bangsa ke depan.
Ketua Umum BADKO HMI Sumut, M. Yusril Mahendra Butar-Butar, menegaskan bahwa pendidikan politik ini bukan sekadar melatih cara berkuasa, melainkan membentuk karakter pemimpin muda yang memahami hakikat politik sebagai sarana pengabdian.
“Politik seharusnya menjadi ruang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar ajang berebut kekuasaan. Oleh karena itu, kader HMI harus dibekali kekuatan intelektual, kemuliaan akhlak, dan keteguhan kepemimpinan agar hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa,” tegas Yusril saat membuka kegiatan.
Materi yang disajikan pun disusun secara menyeluruh. Menghadirkan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat sebagai narasumber, para peserta akan mendalami isu-isu strategis.
Mulai dari sistem ketatanegaraan, penyusunan kebijakan publik, seni kepemimpinan, hingga cara berkomunikasi politik yang santun dan beretika.
Yusril menilai, kondisi bangsa saat ini sangat mendesak kehadiran pemimpin muda yang berpikiran tajam, berintegritas tak tergoyahkan, dan setia pada cita-cita kebangsaan.
“Di sinilah peran Sekolah Politik menjadi sangat penting dalam rangka proses pembinaan kader”Ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BADKO HMI Sumut menaruh harapan agar lahir kader yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial, tangguh memimpin, dan siap menyumbangkan gagasan serta tenaga demi kemajuan daerah dan negeri.
Pada akhirnya, Sekolah Politik ini diharapkan menjadi wadah lahirnya pemimpin masa depan yang berdaya saing tinggi, berlandaskan nilai-nilai luhur agama dan cinta tanah air, serta mampu menjadikan demokrasi Indonesia semakin bermutu lewat partisipasi yang cerdas dan penuh tanggung jawab.(ri).
