DELI SERDANG.analisaone.com – Warga di lingkungan Jalan Sibang, Dusun I, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, akhirnya bernapas lega.
Bandar narkoba yang selama ini meresahkan warga, Zepri Susanto alias Jaipong (46), berhasil ditangkap tim dari Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara pada Jumat (31/7/2026).
Penangkapan ini terjadi satu minggu setelah upaya pertama gagal karena pelaku berhasil melarikan diri.
Sebelumnya, tepat pada Kamis malam (23/7/2026), kepolisian sudah melakukan penggerebekan di lokasi yang sama,tepatnya di bagian belakang rumah Jaipong yang dijadikan Tempat Pemakai Sabu (TPS) sekaligus lokasi transaksi.
Saat operasi itu, petugas hanya berhasil mengamankan kaki tangan bernama Fran yang bertugas sebagai piket, lengkap dengan barang bukti berupa sabu lebih dari 1 gram, alat isap, dan timbangan digital. Sementara itu, Jaipong selaku pemilik barak narkoba berhasil meloloskan diri.
“Sempat kecewa, karena yang punya tempatnya kabur dan hanya yang piket yang kena. Hari ini kami sangat bersyukur, akhirnya si Jaipong sendiri tertangkap beserta barang buktinya,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, usai menyaksikan penindakan Jumat siang.
Kesuksesan menangkap buronan membuat warga sangat mengapresiasi ketegasan pihak kepolisian. Padahal sebelumnya, kegeraman warga sudah memuncak dan rencana unjuk rasa pun disiapkan karena aktivitas jual beli narkoba dianggap makin berani dan mengganggu ketertiban umum.
Selain menyambut gembira penangkapan tersebut, warga juga melontarkan banyak pertanyaan serius terkait pengelolaan tempat tersebut.
Lokasi transaksi ternyata tersembunyi di bagian dapur rumah tinggal pelaku. Warga menilai mustahil aktivitas haram ini berjalan sendirian tanpa diketahui orang serumah.
“Baraknya di belakang rumah, di dapur. Mana mungkin istrinya tidak tahu? Kami pun menduga anak laki-lakinya juga ikut menjual. Kabarnya bahkan ada adik dari oknum polisi yang dipekerjakan sebagai piket,” ungkap warga itu dengan nada kesal.
Tak hanya itu, warga juga curiga adanya sistem penjagaan berlapis. Di jalur masuk menuju lokasi disiapkan pos pantau yang disebut warga sebagai cakruk. Petugas penjaga pun disebut-sebut tak sembarangan orang.
“Bahkan ada yang mengaku mantan polisi yang kini mengalami stroke, yang bertugas mengawasi lalu-lalang pembeli di pos depan,” tambahnya.
Warga berharap penangkapan Jaipong tidak berhenti di sini. Mereka meminta kepolisian melakukan pengembangan kasus lebih dalam.
“Kami minta polisi juga menelusuri keterlibatan keluarganya, kaki tangan yang lain, hingga jaringan pemasoknya. Kabarnya saat ini pemasoknya masih beroperasi tak jauh dari sini,” harap warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait keterlibatan pihak lain yang diduga disebutkan warga. Kasus masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.(ri).
