BINJAI – Selama 21 hari pelaksanaan Operasi Pekat Toba 2026 terhitung 13 Juli hingga 2 Agustus 2026, Polres Binjai berhasil menekan berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Capaian operasi yang menyasar penyakit masyarakat ini dipaparkan langsung oleh Kapolres Binjai, AKBP R. Bimo Moernanda, S.H., S.I.K., M.H., dalam rilis pers di Aula Anindya Mapolres Binjai, Senin (10/8/2026).
Operasi ini difokuskan pada lima sasaran utama yakni perjudian, premanisme, pungutan liar, dan peredaran minuman keras, prostitusi/perzinaan, serta pornografi.
Secara keseluruhan, tim berhasil mengungkap 27 kasus dan menindak sebanyak 34 orang. Kepada wartawan Kapolres Binjai menjelaskan hasil penangkapan beberapa kejadian yang sangat nyata.
Beberapa diantaranya kasus perjudian yang mana Polres Binjai berhasil mengungkap 1 kasus dengan 1 tersangka pelaku judi dadu sidik.
“Dari tangan tersangka Polisi menyita 9 mata dadu, mangkok pengocok, piring penutup, lapak permainan, serta uang tunai Rp362.000 dan menjerat tersangka dengan Pasal 427 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 3 tahun” kata Bimo.
Tidak hanya itu, Petugas juga berhasil mengungkap para tersangka premanisme dan pungutan liar. Kasus tersebut menjadi kasus terbanyak, yakni 16 kasus dengan 16 orang yang terlibat praktik parkir liar dan pungutan tidak resmi.
Terhadap mereka diberikan pembinaan, sementara polisi menyita uang tunai Rp144.000, peluit, egrek, dan bendera penyeberangan.
Petugas juga telah berhasil melaluka pengungkapan kasus minuma keras. Dari 9 kasus yang terdeteksi, 9 orang di terapkan melanggar Peraturan Wali Kota Binjai No.6 Tahun 2011.
“Sebanyak 164 botol minuman keras berbagai jenis diamankan, dan pelaku menjalani pembinaan dengan ancaman sanksi maksimal 3 bulan” ujarnya.
Disisi lain Polres Binjai juga tengah berhasi membongkar dugaan kasus prostitusi dan Perzinaan. Terungkap 1 kasus dengan 8 orang yang dikenai Pasal 411 KUHP, mereka diberikan pembinaan dengan ancaman pidana hingga 1 tahun.
Selain itu keberhasilan Kapolres Baru ini menjadi prestasi dibalik jabatan yang baru di embannya. Yang mana selama rentang operasi tidak ditemukan kasus yang tidak terungkap atau nihil.
Kapolres menegaskan bahwa penindakan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami tak akan berhenti menekan segala bentuk penyakit masyarakat, demi mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga Binjai,” pungkas AKBP Bimo.(ri).
