Medan.analisaOne.com – Tak juga diberangkatkan pihak perusahaan penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) PT Bina Kridatama Lestari, Jalan Jenderal Sudirman simpang Bambuan, Kel Perdamaian,Kec Stabat, Kab Langkat, Dicky Syahputra (52), ayah dari Baby Ayundari (19), warga Medan, merasa tertipu dan akan melaporkan hal itu ke Polres Langkat.
Menurut Dicky Syahputra kepada wartawan, Kamis,(19/2), berawal anak perempuannya Baby Ayundari yang mendapat kabar dari pamannya Ikhsan tentang adanya lowongan pekerjaan di Negara Turki sebagai Waiters di Restoran, melalui PT Bina Kridatama Lestari yang berdomisili di Stabat, Kab Langkat. Hal keberangkatan ke Turki itu, dikarenakan pihak perusahaan menyampaikan tentang kekurangan kuota untuk keberangkatannya, dengan syarat membayar uang keberangkatan dan lainnya sebesar Rp 18 juta, dimana keberangkatan yang dijanjikan pada awal bulan Febuari 2026.
Selanjutnya Baby yang sangat antusias karena baru saja menyelesaikan SMA, memberitahukan hal itu kepada orangtuanya, serta terpaksa menjual sepeda motornya dan meminta tambahan kekurangan uangnya kepada orangtuanya Dicky.
Merasa setuju dengan keputusan anaknya dan pada tanggal 10 Januari 2026, Dicky beserta adiknya Ikhsan mendatangi perusahaan itu dengan membawa uang sebesar Rp 9 juta, sebagai uang muka keberangkatan ke Turki dan sisanya sebesar Rp 9 juta, akan dibayarkan saat hendak berangkat ke Turki.
“Awalnya uang Rp 9 mau saya serahkan langsung kepada pimpinan Perusahaan itu, dan setelah saya bertemu dan menyerahkan dengan pimpinan tersebut di Lantai 2 gedung tersebut, namun seorang wanita, sebagai Pimpinan perusahaan yang telah kita temui, tiba tiba menyuruh Dicky menyerahkan uang itu kepada karyawan prianya bernama Dian.
Berjalannya waktu, hingga melewati awal bulan Febuari 2026, tiba tiba Dicky mendapat kabar bahwa anaknya yang talah menjadi Calon TKI ke Turki, dibatalkan keberangkatannya, dengan alasan pihak perusahaan bahwa kuota penuh dan anaknya Baby akan diberangkatkan pada tahap selanjutnya di tahun 2027.
Mendengar hal itu, Dicky pun merasa tak menerima dan merasa tertipu akan janji pihak perusahaan PT Bina Kridatama Lestari.
“Awalnya karena kekurangan kuota dengan janji berangkat awal bulan Febuari 2026. Tapi setelah didaftarkannya anak saya dan diserahkan uang kepada pihak perusahaan, tiba tiba kuota habis. Malah dibilangnya pula yang mengisi kuota ini, adalah orang yang telah mendaftar tahun lalu.Jadi kenapa saat itu dibilangnya habis kuota sama saya, wajar aneh ajakan?,” Kata Dicky.
Merasa tak terima akan hal itu, pada Kamis, (12/2), Dicky yang awal telah berjanji untuk ketemu pimpinan PT Bina Kridatama Lestari melalui hubungan seluler ke Staf perusahaan yang telah menerima uang miliknya itu yang bernama Dian, tiba tiba saat di dalam jalan tol, Dian telpon dirinya dengan mengatakan bahwa Pimpinannya yang biasa dipanggilnya Bos Evi, sedang buru-buru keluar dengan alasan adanya keperluan.
“Selanjutnya pada Sabtu, (14/2), kembali saya buat janji dan datangi kantornya, tapi tiba tiba pimpinannya itu mengatakan melalui si Dian, agar saya pulang dan nanti akan mengembalikan uang saya tersebut melalui transfer. Tapi tak juga uang saya dikembalikan semuanya dan hanya dikembalikannya sebesar Rp 5 juta, itupun bukan melalui rekening saya,” Ungkapnya.
Mengakhiri, Dicky menuturkan bahwa dirinya yang merasa adanya dugaan penipuan yang dilakukan PT Bina Kridatama Lestari yang berdomisili di Stabat, Kab Langkat terhadap dirinya, dalam dekat ini akan melaporkan hal itu ke Polres Langkat.
“Saya akan laporkan hal ini ke Polres Langkat dan akan saya serta bukti buktinya, termasuk kwitansi penerimaan uang yang berstempel serta ada bukti viral foto dan video saat stafnya menerima uang saya di Kantornya itu,” Pungkas Dicky.
Terpisah, Dian, Staf PT.Bina Kridatama Lestari ketika dikonfirmasi hal diatas melalui WhatsApp, terutama kebenaran perusahaan yang bekerjasama dengan penyaluran TKI ke Negara Turki dan mengenai tidak jadinya berangkat atas nama Baby setelah membayar uang, Kamis (19/2), akhirnya membalas pada Jumat (20/2) dengan mengatakan agar mendatangi PT Bina Kridatama Lestari untuk langsung ketemu pimpinan.
“Langsung saja kekantor ketemu pimpinan pak. Jika mau konfirmasi
PT BINA KRIDATAMA LESTARI LANGKAT,” Kilahnya.(rel).

