Sunggal.AnalisaOne.com – Bisnis dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang di galakan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi bisnis menggiurkan yang tidak terpisahkan dengan masyarakat.
Sayangnya tingginya biaya pembangunan yang disebut menggunakan dana pribadi atau “mendahului” di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang hanya dimiliki oleh kalangan elit yang memiliki relasi tinggi sehingga lalai dalam melakukan pengawasan pembangunan dapur MBG.
Pantauan wartawan, demi mempercepat pembangunan dapur MBG, beberapa konsep pembangunan yang menyalahi aturan terus bermunculan dan dinilai merugikan negara.
Tak sedikit masyarakat menyebutkan bahwa pemilik bangunan menggembar-gemborkan bahwa pembangunan ini adalah perintah Presiden Prabowo.
“kalau kami tahunya ini program bapak Prabowo bang. tapi apa bisa juga tidak berizin??. sedangkan masyarakat saja harus ada izin PBG. ini kenapa bisa seperti itu??”ungkap masyarakat yang merahasiakan namanya.
“banyak juga masyarakat yang bukan domisili di desa bisa bekerja. artinya tidak sesuai membangun pendapatan masyarakat desa. kami lihat ada juga beberapa famili mereka yang bekerja di dapur MBG, padahal dia bukan warga desa setempat”ungkap warga.
Sementara di Kecamatan Sunggal, fakta mengejutkan beberapa bangunan Dapur MBG di bangun tidak ada izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) meskipun terkabar pengklaiman bangunan bisa mencapai milyaran rupiah.
Seperti bangunan dapur MBG di Desa Sunggal Kanan, Desa Sumber Melati Diski, Desa Purwodadi. Lebih parahnya,pembangunan dapur MBG di Desa Purwodadi bersebelahan dengan ternak babi milik warga.kok bisa ya???
Kepala Desa Purwodadi, melalui Seketaris Desa membenarkan bahwa pembangunan dapur MBG bersebelahan dengan kandang babi milik warga. namun kondisi itu telah dilakukan pemanggilan terhadap pemilik ternak di Desa agar menggelar proses mediasi kepada pemilik dapur.
“ia benar bang, itu bersebelahan dengan ternak babi milik warga bermarga Simarmata. tetapi itu sudah kita panggil pemilik dapur dan warganya. kita lakukan mediasi di Desa. kabarnya sudah selesai itu bang” ungkap Faisal Seketaris Desa. Sabtu, 17 februari 2026.
Faisal membenarkan bahwa ternak rumahan itu terlebih dahulu ada, sehingga pembangunan dapur MBG terus mendapat sorotan dari warga.
“memang yang punya ternak pun sudah setuju bang, memang pemilik ternak babi rumahan itu yang terlebih dahulu ada, baru pemilik dapur kemungkinan membeli rumah disampingnya untuk dibangun dapur MBG”ungkap Faisal menguatkan bahwa ternak babi tersebut tidak memiliki izin.
Terpisah, Sekretaris Kecamatan Sunggal, Nurdin yang dikonfirmasi wartawan menyebutkan bahwa pihak kecamatan tidak mengetahui adanya pembangunan dapur MBG di Desa purwodadi, Kecamatan Sunggal bersebelahan dengan ternak babi, karena pemilik tidak ada melaporkan itu.
“kami sering tidak mengetahui adanya pembangunan dapur MBG kalau pemilik tidak melaporkannya. jadi kami juga sebagai pemerintahan kecamatan Sunggal kecolongan. mereka langsung saja membangun. nah, terkait adanya konflik pembangunan dapur MBG bersebelahan dengan ternak babi, kami tidak tahu dan tidak ada kabar, sudah sejauh mana prosesnya” ungkap Nurdin.
Nurdin meminta agar kedepan pembangunan dapur MBG dapat selalu berkordinasi dengan pihak kecamatan agar pendataan pemilik dapur MBG dapat kami laporkan ke Kabupaten Deli Serdang.
“kita minta agar pemilik dapur ini aktif untuk melaporkan juga ke Pemerintahan Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, jangan setelah ada masalah baru kami di ikut sertakan.kami juga harus buat laporan ke Kabupaten Deli Serdang. jadi harus sejalan lah” pinta Nurdin mengakhiri.(ri).

