Binjai.AnalisaOne.com – Harapan masyarakat Kota Binjai terkait kedatangan Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin sangat besar, diharapkan mampu memperbaiki kinerja Kejaksaan yang diduga banyak mempermainkan hukum.
Namun, pada Kamis, (26/2/2026), Jaksa Agung gagal singgahi Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai dalam kunjungan kerja (kunker) di Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Kejari Langkat pada pukul 08.30 WIB.
Informasi yang dihimpun wartawan menunjukkan, gagalnya kedatangan ST Burhanuddin ke Kejari Binjai diduga berkaitan dengan rencana aksi damai mahasiswa terkait penanganan kasus dugaan korupsi Dana Insentif Fiskal (DIF) tahun 2024, yang dihentikan sepihak oleh Kejari Binjai.
Mahasiswa berencana menggelar aksi di depan kantor Kejari Binjai untuk menyampaikan langsung kepada Jaksa Agung tentang dugaan permainan hukum, terutama terkait penghentian kasus DIF. Mereka juga meminta Jaksa Agung memerintahkan pemeriksaan terhadap kasus tersebut, yang menyeret tanda tangan Walikota Binjai Amir Hamzah.
Salah seorang warga berinisial RZ membenarkan bahwa Jaksa Agung tidak jadi datang. Menurutnya, hal itu kemungkinan karena adanya rencana aksi mahasiswa.
“Ia tidak jadi datang, bang. Padahal beberapa mahasiswa sudah menunggu kedatangannya. Mereka kecewa terkait penanganan perkara korupsi yang terlihat janggal, tidak transparan, dan ada perbedaan pandangan terkait kasus DIF,” ujar RZ.
Sementara itu, beredar pernyataan Kasi Intelijen Kejari Binjai, Ronal Reagen Siagian kepada media bahwa membenarkan batalnya kunjungan Jaksa Agung ke Kejaksaan Negeri Binjai.
“Iya benar, Jaksa Agung batal berkunjung ke Kejari Binjai,” ujarnya kepada media.
Namun, ia menyatakan bahwa alasan batalnya bukan karena rencana aksi mahasiswa, melainkan adanya agenda lain di Kota Medan dengan waktu yang terbatas.
“Alasannya beliau ada agenda lain di Medan dan waktu yang terbatas. Jadi tidak ada kaitannya dengan aksi mahasiswa, Semua tidak ada jadwal yang tetap. Kita hanya mempersiapkan jika sewaktu-waktu Kota Binjai dikunjungi.”pungkasnya kepada media.(ri).
