Mutasi Kontroversial di Deli Serdang: Kadispora Baru Dilantik, Warisan Masalah Ditinggalkan?

Deliserdang.AnalisaOne.com – Kabupaten Deli Serdang kembali menjadi sorotan dengan pelantikan Yudi Hilmawan sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) yang baru.

Namun, penunjukan ini menuai kontroversi lantaran Yudi Hilmawan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) diduga meninggalkan sejumlah permasalahan serius.

Selama menjabat sebagai Kadisdik, Yudi Hilmawan diduga terlibat dalam berbagai masalah, mulai dari dugaan praktik jual beli buku, dugaan proyek, dugaan jual beli jabatan, hingga temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Isu-isu ini sempat mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan wartawan dan masyarakat Deli Serdang.

Kondisi ini diperparah dengan kondisi sejumlah sekolah di Deli Serdang yang memprihatinkan. Banyak bangunan sekolah yang tidak terawat dan membutuhkan rehabilitasi mendesak. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan anggaran pendidikan di bawah kepemimpinan Yudi Hilmawan.

Rahmad Budianto, Sekretaris Eksekutif Garda Pengawasan Perlindungan Konsumen, mengecam keras penunjukan Yudi Hilmawan sebagai Kadisporapar. Menurutnya, tindakan ini merupakan “kejahatan birokrasi” yang menciderai prinsip-prinsip pemerintahan yang baik.

“Bagaimana mungkin seorang pejabat yang diduga terlibat dalam berbagai masalah, memiliki jejak digital buruk justru diberi jabatan yang lebih strategis? Ini jelas tidak masuk akal dan merusak citra birokrasi di Deli Serdang,”Kata Budianto dengan nada geram.

Budianto menambahkan, Bupati Deli Serdang seharusnya lebih selektif dalam memilih pejabat dan memberikan kesempatan kepada figur-figur yang bersih dan kompeten.

Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi kinerja secara berkala untuk memastikan pejabat yang menduduki posisi strategis benar-benar mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah khususnya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Bupati Deli Serdang, Asriludin Tambunan, belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pencopotan Yudi Hilmawan dari Kadisdik dan penunjukannya sebagai Kadisporapar. Sikap bungkam Bupati ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan di kalangan masyarakat.

Begitu juga dengan Yudi Hilmawan yang terkesan anti kepada wartawan hingga tidak mau menjawab saat ditanyakan alasan di copotnya dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.

Publik kini menanti langkah konkret dari Bupati Asriludin Tambunan untuk membersihkan birokrasi dari praktik-praktik koruptif dan memastikan pelayanan publik yang berkualitas.

Akankah Yudi Hilmawan mampu membuktikan diri dan menjawab keraguan publik? Atau justru warisan masalah di Dinas Pendidikan akan terus menghantui perjalanan karirnya di Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata?(ri).

Mungkin Anda Menyukai

You cannot copy content of this page