Binjai.AnalisaOne.com – Peningkatan kemampuan dan gagasan dalam menciptakan manfaat sampah di masyarakat menjadi prioritas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai saat dijabat oleh Ahmad Yani, STTP, MAP.
Terbukti, Ahmad Yani telah membuat terobosan baru dengan membentuk satgas kebersihan yang gencar menjaga keindahan tata kota Binjai. Pasukan ini tidak hanya membersihkan jalanan, namun juga melakukan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumber.
Namun tidak sampai di situ, usai dilantik secara definitif sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, Ahmad Yani kembali menunjukkan gagasan baru dan ide cemerlang dalam bidang kebersihan di Kota Binjai.
Hal itu dilakukan bukan untuk mendapatkan pengakuan semata, namun lebih dari bentuk keperdulian dalam menjaga estetika keindahan kota Binjai yang bersih berseri sesuai dengan visi misi Walikota Binjai yang ingin menjadikan kota ini sebagai contoh pengelolaan sampah terbaik di wilayah Sumatera Utara.
Apa yang dilakukan Ahmad Yani menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam pengelolaan persampahan yang ada di Kota Binjai. Terbukti dalam beberapa bulan terakhir, pengelolaan persampahan Dinas Lingkungan Hidup terus mengalami kemajuan signifikan.
Jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang karena sebagian besar sampah organik sudah diolah di lokasi pengumpulan TPA.
Di sinilah Ahmad Yani mampu mengubah sampah organik menjadi “mesin pengolah sampah terbaik” melalui budidaya maggot. Setiap hari, ratusan kilogram sampah atau limbah organik dari pasar tradisional, rumah tangga, dan sektor pertanian diberikan sebagai pakan maggot.
Setelah diproses oleh maggot, hasilnya berupa kasgot (kotoran maggot) yang bermanfaat sebagai pupuk organik berkualitas tinggi, serta tubuh maggot itu sendiri yang juga bisa diolah menjadi pakan ternak.
“Alhamdulilah program kita sudah mulai berjalan dengan baik, dimana Dinas LH terus melakukan gagasan inovatif dalam pengelolaan sampah di TPA. Semoga Allah senantiasa memberikan kelancaran dan kemudahan dalam setiap langkah kita, serta memberikan hidayah kepada seluruh warga Kota Binjai untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, mengurangi beban lingkungan, dan membawa berkah bagi kota kita yang tercinta”kata Yani. Rabu, (28/1).
Selain budidaya maggot, Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan pembudidayaan cacing susu sebagai sumber makanan alternatif untuk ternak seperti ayam dan ikan.
Program ini dijalankan secara paralel dan telah memberikan dampak positif bagi kita yang nantinya juga bermanfaat sebagai pakan alternatif peternak lokal yang dapat menghemat biaya pakan hingga 40%.
“Jadi selain hasil maggotnya bisa untuk pakan ikan dan ayam, sisa pakan maggot serta kotoran cacing susu dapat menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi. Kedepan program ini sebagai wahana untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Binjai melalui ketahanan pangan. Insyaallah,” tambah Yani saat ditemui di ruang kerjanya.
Tak hanya itu, Yani juga telah menciptakan mesin pemisah sampah buatan lokal yang berguna sebagai peningkatan efisiensi kerja dalam pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai. Mesin ini dirancang khusus untuk kondisi wilayah Binjai dan dapat bekerja dengan daya listrik yang relatif rendah.
“Dengan adanya mesin ini, pekerjaan akan lebih mudah dalam melakukan pemisahan sampah organik, non-organik dan padat sehingga dapat maksimal dalam mengolah sampah agar dapat dimanfaatkan kembali. Semoga Allah memberikan kesehatan sehingga kita bisa berinovasi serta memberikan kekuatan dan kesehatan kepada seluruh tim kerja Dinas LH agar kita dapat terus berkontribusi bagi kemajuan kota Binjai. Amin Ya Rabbal Alamin,” pungkas Yani dengan penuh semangat.(ri).

