Belawan.AnalisaOne.com I Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Medan mengajak kalangan jurnalis untuk bersama-sama memperjuangkan nasib nelayan Kota Medan. Ajakan ini disampaikan melalui Wakil Ketua DPC HNSI Medan, Awal Yatim, saat silaturahmi dan kegiatan memancing bersama jurnalis di perairan Belawan, Minggu (13/7).
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi hutan mangrove yang masih terawat di sepanjang paluh Belawan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin agar jurnalis memahami bagaimana kondisi nelayan yang masih jauh dari sejahtera,” ujar Awal Yatim didampingi Wakil Bendahara Abdul Simon Barus.
Awal Yatim berharap para jurnalis dapat ikut memperjuangkan nasib nelayan melalui pemberitaan yang mengangkat aspirasi dan kebutuhan mereka.
“Kami akui perjuangan HNSI belum maksimal, oleh karena itu kami mengajak semua pihak, terutama media, untuk bersama membela nasib nelayan,” tambahnya.
Menurut Awal, peran media sangat penting dalam menyuarakan aspirasi nelayan, mengadvokasi kebijakan yang berpihak, serta mengedukasi masyarakat tentang isu perikanan.
“Dengan dukungan media, diharapkan kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan ekosistem laut dapat terjaga,” jelasnya.
DPC HNSI Medan juga mengapresiasi perhatian pemerintah yang telah memberikan bantuan, pelatihan, dan peraturan yang mendukung nelayan. Namun, Awal menegaskan pentingnya nelayan menyikapi dengan serius kesempatan tersebut.
“Kami akan terus memperjuangkan melalui advokasi, pendampingan, pelatihan, dan pembinaan UMKM di kalangan nelayan. Kami juga berharap pemerintah meningkatkan pelatihan penangkapan ikan yang benar,” ujarnya.
Menanggapi ajakan tersebut, kalangan jurnalis dari kawasan Medan Utara menyambut antusias. Susilo Suratin, mewakili para jurnalis dan Ketua Umum Lembaga Pengawal Merah Putih (PMP), menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi ini.
“Kami berharap melalui kerja sama ini, upaya DPC HNSI Medan dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dapat semakin diperkuat dan berdampak luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ayub Kesuma Siregar menambahkan pentingnya intensifikasi pertemuan untuk merumuskan langkah konkret yang dapat membantu para nelayan.
“Pertemuan lebih intensif akan membuka ruang diskusi strategis demi keberlanjutan dan kemajuan nelayan di wilayah ini,” katanya.
Acara silaturahmi tersebut ditutup dengan kegiatan memancing bersama di kawasan paluh Belawan dan kunjungan ke hutan mangrove yang masih terjaga dengan baik. Kesempatan ini juga digunakan untuk berdialog langsung dengan para nelayan, mendengarkan aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.
Kolaborasi antara DPC HNSI Medan dan kalangan jurnalis diharapkan menjadi momentum penting dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.(ri).

