Labuhanbatu Utara, AnalisaOne.com – Ketidaktenangan melanda warga Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Peredaran sabu yang merajalela di sepanjang Jalan PT Binanga tidak hanya membuat masyarakat resah, tetapi juga mengakibatkan kerugian materi yang terus meningkat.
Hampir setiap hari, harta benda milik warga mulai dari buah kelapa sawit hingga barang berharga lainnya hilang tanpa jejak. Diduga kuat, peredaran narkoba jenis sabu tersebut dikendalikan oleh dua bersaudara dengan inisial SB Siregar dan AD Siregar.
Mereka tidak segan menjajahkan barang haram tersebut di belakang rumah salah satu dari mereka, tepatnya di bawah salah satu tower yang berada di sisi jalan PT Binanga.
Praktik jual belinya berlangsung terus-menerus dari pagi hingga malam hari, seolah tanpa rasa takut kepada aparat penegak hukum.
“kami sebagai masyarakat sangat resah. Hampir setiap hari ada yang hilang dari kami, jadi kami tidak bisa hidup tenang sama sekali. Pantang silap, harta benda kita habis digondol maling,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.
Ia juga mengaku berharap pihak Polsek Kota Batu segera mengambil tindakan tegas. “Kita sudah tidak bisa hidup tenang lagi karena maraknya peredaran sabu ini,” tambahnya.
Tak hanya merusak keamanan masyarakat, peredaran sabu tersebut juga dikhawatirkan merusak generasi muda. Seorang tokoh masyarakat yang juga tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, banyak di antara pengguna sabu adalah anak di bawah umur.
“Kami meminta Kapolres Labuhanbatu untuk segera menangkap kedua tersangka tersebut. Kapan lagi kita bisa tidur nyenyak dan tidak was-was kalau tidak dengan adanya tindakan dari polisi? Karena polisi itu untuk melindungi masyarakat,” tegas tokoh masyarakat tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan pihak Kepolisian Polres Labuhanbatu belum terlihat bersih-bersih untuk melakukan tindakan. warga sekitar berharap agar Kapolres Labuhanbatu menindaklanjutin keluhan warga.(tim).
