Langkat.AnalisaOne.com – Dugaan peredaran narkoba di Kabupaten Langkat tak ada habis-habisnya. Usai berhasil di tangkap oleh Kepolisian beberapa waktu lalu, tetapi aktifitas peredaran narkoba kembali marak bag seperti jualan kacang goreng
Peristiwa ini justru menimbulkan spekulasi tinggi serta kekhawatiran terhadap institusi Polri yang di amanahkan untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan narkoba, apalagi lokasi yang langsung berbatasan dengan propinsi Aceh yang menjadi peredaran tinggi.
Parahnya, tidak ada tindakan dari Polres Langkat membuat nama-nama sejumlah bandar kecil menjadi penguasa di daerah. Mereka tak lain dan tak bukan adalah bandar kecil yang mulai bergriliya menunjukkan taring
Kapolres Langkat, David Triyo Praojo sata di konfirmasi wartawan terkait peredaran narkoba terkesan menjawab heroik, seakan bekerja padahal jawaban tersebut diduga telah diseting agar peduli terkait proses peredaran narkoba di wilayahnya.
“Terimakasih atas info. Saya sudah tekankan kepada para penyelidik dan penyidik. Bahwa dalam menangani dan menindaklanjuti setiap info/pengaduan/laporan dari masyarakat kepada Polri dan atau ketika penyelidik dan penyidik menemukan peristiwa pelanggaran dan atau kejahatan saat bertugas, agar selalu mengedepankan prinsip-prinsip profesional, prosedural, proporsional, legalitas, legitimasi, transparan, dan akuntabel. Mari berikan ruang dan waktu bagi penyelidik dan penyidik untuk bekerja. Penyelidikan dan penyidikan adalah serangkaian kegiatan yang kompleks serta memerlukan waktu dan proses yang tidak sederhana.terimakasih” sebutnya.Jumat, (29/5).
Sikap ini menjadi misteri munculnya seakan menjadi informasi baru di wilayahnya atau dugaan kongkalikong antara bandar dengan oknum nakal sehingga tidak mau di tindak alias dugaan sengaja “di Pelihara”.
Salah seorang sumber menyebutkan bahwa ketidakmampuan Polres Langkat dalam pemberantasan narkoba putus lantaran sejumlah oknum aparat kepolisian terlihat monda-mandir mendatangi para bandar secara bergantian. Hal itu diduga tidak lain dan tidak bukan untuk mencicipi dana kordinasi atau yang tren istilah setoran.
“Masyarakat sudah sangat resah. Kami sering melihat oknum aparat datang ke bandar-bandar itu, seolah-olah memang dipelihara,” cetus seorang warga dengan nada geram.
Sulit Disentuh, Ini Sejumlah Nama Bandar di Kabupaten Langkat
Peredaran yang tinggi tanpa tindakan yang terukur membuat institusi Polri terkesan mandul. Pantauan wartawan di Lorong Kurnia dan Suratman dikuasai oleh J bersaudara alias Japrak dan Jepruk. Japrak bahkan nekat menyediakan fasilitas rumah tinggal gratis bagi oknum personel Polsek Pangkalan Susu di lokasi transaksinya.
Sementara di Jalan Pembangunan Ujung dikendalikan oleh seorang wanita oknum abdi negara Puskesmas berinisial S alias Siska. Selain menjadi bandar sabu, ia juga membuka bisnis judi togel dan jasa gadai ilegal.
Lalu di Pajak Kota diedarkan oleh bandar abang beradik berinisial V dan A, yakni Viktor dan Ando. Sedangkan di Jalan Pelita Lingkungan II Kelurahan Beras Basah bebas dijalankan oleh nama-nama seperti Andre, Een, dan Ijal alias Benjol.
Seluruh titik ini diduga berjalan mulus karena masing-masing bandar memiliki oknum bekingan dari Polsek Pangkalan Susu dan juga Polres Lagkat.
Adapun beberapa bandar narkoba yang harum namanya hingga kini tidak tersentuh yakni peredaran di Kec.Salapian Ebi dan Betmen, peredaran di Tanjung Pura lintas Negara Ondon dan SON, Rada, Gultom dan Payung.
Nama-nama tersebut kini diduga menguasai barang haram hingga kepolisian Polres Langkat terkesan melakukan pembiaran.
Terpisah, Praktisi Hukum, Ferdinand Sembiring, SH, MH, menyayangi adanya peredaran narkoba yang masih marak di Kabupaten Langkat tidak tersentuh.
Ferdinand menyatakan bahwa sikap diam yang dipertontonkan oleh Kapolres Langkat, Kasat Narkoba Polres Langkat dan Kapolsek jajaran Polres Langkat adalah bentuk kemunduran penegakan hukum yang memalukan.
“Narkoba ini musuh negara. Jika ada laporan warga mengenai oknum APH yang menjemput uang koordinasi dan kepolisian setempat justru menutup mata, maka patut dicurigai ada rantai setoran yang sistematis,” tegas Ferdinand.
Ia mendesak agar Propam Polda Sumatra Utara segera turun tangan memeriksa seluruh personel Polsek Pangkalan Susu serta mencopot Kasat Narkoba Polres Langkat karena dinilai gagal total melindungi masyarakat.(ri).
