Deliserdang.AnalisaOne.com – Program unggulan Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan “Jalan Mulus 24 Jam” tampak tercoreng di Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal.
Jalan Tanjung Balai yang baru saja diperbaiki aspalnya kini terancam rusak kembali akibat truk berlebih tonase, sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Deli Serdang Suriadi Aritonang dinilai warga sebagai pihak yang melepas tanggung jawab.
Warga mengaku sangat mengapresiasi langkah cepat Dinas SDABMBK dalam memperbaiki jalan yang rusak akibat aktivitas truk pengangkut barang yang melampaui batas kapasitas jalan (maksimal 8 ton). Namun, perbaikan tersebut dinilai akan sia-sia tanpa pengawasan yang tegas.
“Kita ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Deli Serdang melalui Dinas SDABMBK yang telah merespons keluhan kita. bahwa jalan Tanjung Balai sudah kembali di perbaiki. Tapi apa gunanya jalan diperbaiki kalau kemudian dibiarkan dilalui truk yang berlebih tonase? Dinas Perhubungan seharusnya turun tangan, bukan hanya duduk diam,” tegas Adi, salah satu warga Desa Paya Geli.
Warga telah mengajukan permohonan resmi melalui kepala desa untuk pemasangan portal pembatas tonase, sebagai upaya menjaga kelangsungan jalan yang baru diperbaiki. Namun, tanggapan dari Kadishub justru mengecewakan.
Suriadi Aritonang, mantan Kasatpol PP yang kini menjabat Kadishub, mengelak tanggung jawab dengan menyatakan bahwa penindakan truk berlebih tonase menjadi wewenang kepolisian, bukan dinasnya. Ia bahkan menyebutkan pemasangan portal tersebut tidak dapat dilakukan dan meminta desa untuk menyosialisasikan larangan tersebut kepada perusahaan.
“Ini jelas bentuk pelepas tanggung jawab! Mereka punya kewenangan untuk mengatur lalu lintas dan muatan kendaraan, tapi malah menyalahkan pihak lain. Padahal aturan sudah ada, tinggal ditegakkan saja,” ucap salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Warga juga menduga banyak perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut tidak memiliki Analisis Dampak Lalulintas Jalan (Andalalin), sehingga bebas menyalahi aturan dengan menggunakan truk berlebih tonase.
Kondisi ini diperkirakan dapat merugikan keuangan daerah yang harus terus mengeluarkan anggaran untuk memperbaiki jalan.
“Program Pak Bupati bagus, tapi jika pelaksanaannya seperti ini, apa artinya? Kami meminta Pak Aci segera mencopot Suriadi dari jabatannya – kita butuh pejabat yang bertanggung jawab, bukan yang hanya mengelak!” pungkas Adi mewakili aspirasi warga.(ri).

