DELI SERDANG – Langkah nyata menjaga kelestarian alam sekaligus upaya mengendalikan ancaman banjir besar dilakukan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Sunggal.
Bersama alumni KNPI, aparatur pemerintah Desa Lalang, hingga elemen masyarakat, mereka menanam ratusan pohon di bantaran Sungai Serbelawan, Dusun II Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak 100 batang pohon dari 5 jenis unggulan yang bermanfaat secara ekologis maupun ekonomi ditanam dalam kegiatan tersebut, meliputi trembesi, flamboyan, matoa, durian, dan mangga.
Penanaman ini dilakukan tak jauh dari lokasi Jembatan Pasar Lama, sebuah situs bersejarah yang pernah putus saat peristiwa Agresi Belanda II tahun 1948 silam.
Turut hadir menyaksikan dan mendampingi kegiatan tersebut, Sekcam Sunggal M. Nurdin, S.Pdi, M.AP, Prof Abdiyanto, Kepala Desa Lalang yang diwakili, tokoh masyarakat, ormas kepemudaan Kombat, serta warga sekitar yang antusias mendukung gerakan penghijauan ini.
Dalam sambutannya, Sekcam Sunggal, M. Nurdin, sangat mengapresiasi inisiatif yang digagas KNPI Kecamatan Sunggal. Menurutnya, penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan strategi penting untuk memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus menahan laju air agar tidak memicu bencana.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata kepedulian. Kami dari Pemerintah Kecamatan Sunggal mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua KNPI beserta jajaran dan alumni yang telah menggagas kegiatan mulia ini. Harapan kami, langkah positif ini terus berlanjut dan menjadi teladan bagi desa-desa lain di wilayah Deli Serdang,” ujar Nurdin.
Sementara itu, Ketua KNPI Kecamatan Sunggal, Burhanuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal pembuktian bahwa organisasi kepemudaan ini hadir dan peduli terhadap permasalahan yang menimpa warga.
Ia menyoroti fakta bahwa banjir di wilayah Sunggal bukanlah banjir biasa, melainkan banjir dahsyat dengan ketinggian air mencapai 3 meter yang kerap terjadi berulang kali setiap tahun.
“Peristiwa banjir yang terus berulang melanda desa-desa di Kecamatan Sunggal ini harus ada solusinya. Melalui penanaman pohon ini, kami ingin menunjukkan peran pemuda. Ekspektasi kami ke depan, kegiatan ini tidak berhenti di sini saja, tapi akan terus berlanjut hingga mencapai wilayah hulu di bagian barat Kabupaten Deli Serdang,” tegas Burhanuddin.
Burhanuddin menjelaskan, akar masalah banjir besar adalah aliran air dari hulu yang sangat deras meluncur ke hilir tanpa ada penahan alami. Dengan tertanamnya pepohonan di sepanjang bantaran sungai, diharapkan akar pohon dapat menahan tanah dan menyerap air, sehingga debit air yang turun ke pemukiman menjadi lebih terkontrol dan tidak lagi memicu luapan besar.
Selain mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga pohon dan kelestarian lingkungan, Burhanuddin juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Ia meminta agar dilakukan normalisasi sungai secara serius, terutama pengerukan material di dasar sungai yang mengalami pendangkalan parah.
“Penanaman pohon sudah kami mulai sebagai upaya bersama. Namun kami juga berharap perhatian pemerintah untuk melakukan pengerukan sungai yang dangkal. Kombinasi menjaga hutan di hulu dan memperlebar serta memperdalam aliran sungai di hilir adalah kunci agar warga Sunggal terbebas dari ancaman banjir besar di masa depan,” pungkas Burhanuddin.(ri).
