BINJAI.analisaone.com – Bursa Pemilihan ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Binjai (PWI Binjai) untuk periode tahun 2027-2030 akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Hal itu senada dengan berakhirnya kepengurusan PWI Kota Binjai periode 2023-2026 yang telah berjalan dengan baik di Kota Binjai.
Dalam bursa Pemilihan Ketua PWI Binjai, sejumlah nama yang akan muncul menjadi Ketua PWI Kota Binjai telah mulai mempersiapkan diri. Salah satunya Zainal Abidin yang akrab disapa Ki Agenk.Beliau disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk maju sebagai ketua PWI Kota Binjai ke depan.
Menanggapi dinamika yang berkembang, Ki Agenk mengajak seluruh rekan seprofesi untuk menjaga kebersamaan dan menyukseskan pesta demokrasi organisasi yang akan dilaksanakan beberapa bulan ke depan.
“Saya mengajak seluruh rekan‑rekan seprofesi untuk bersama‑sama menyukseskan pemilihan Ketua PWI Kota Binjai yang akan datang,” ujar Zainal Abidin kepada wartawan. Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, tonggak kepemimpinan yang baru harus membawa perubahan nyata. PWI harus tampil sebagai pengayom anggotanya, memiliki integritas tinggi, tetap independen, sekaligus menjadi mitra kritis yang bersinergi membangun Kota Binjai.
“Kita ini satu profesi, satu keluarga besar wartawan. Jangan sampai pemilihan ini justru menjadi pemecah belah kita. Kebersamaan adalah kunci agar organisasi ini tetap bermartabat,” tegasnya.
Poin paling tegas disampaikan Ki Agenk kepada pihak luar, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Organisasi Kepemudaan (OKP).
Ia meminta agar tidak ada manuver apalagi upaya mengintervensi proses pemilihan, termasuk pemberian bantuan materi yang berpotensi mengarahkan pilihan anggota.
“Saya mengajak seluruh OPD dan OKP di Kota Binjai jangan melakukan manuver, jangan intervensi, apalagi memberi bantuan materi demi pengaruhi hasil. Kita bangkit untuk satu tujuan, membangun Binjai yang bermartabat dan religius. Ini rumah kami, biarkan kami sendiri yang menentukan siapa pemimpin kami,” tandasnya.
Pria yang dipercaya sebagai figur calon pemimpin ini pun bersikeras proses pemilihan harus bersih dari kepentingan politik golongan tertentu. PWI adalah wadah profesi, bukan kendaraan politik siapa pun.
“Jangan biarkan pemilihan ini disusupi kepentingan politik atau kelompok tertentu. PWI harus tetap independen, tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan yang bisa memecah belah rekan seprofesi. Siapa pun yang mencoba menunggangi organisasi ini demi kepentingan politik, harus kita lawan bersama,” ucapnya dengan nada mantap.
Di akhir pernyataannya, Ki Agenk kembali mengajak seluruh insan pers di Kota Binjai untuk terus menjaga kondusivitas.
“Mari kita jaga suasana tetap kondusif jelang pemilihan nanti, agar lahir kepemimpinan yang benar‑benar dipercaya, mandiri, dan membawa PWI Binjai semakin maju, bersinergi dengan pemerintah serta masyarakat,” tutupnya.(ri).
