LANGKAT.analisaone.com – Kepolisian Resor Langkat merilis capaian pengungkapan kasus hukum yang mengesankan selama kurun waktu sebulan penuh, yakni rentang awal Juli hingga 6 Agustus 2026.
Berbagai tindak pidana mulai dari narkotika, perjudian, pencurian, hingga kasus kekerasan seksual terhadap anak berhasil disikat dalam operasi berkelanjutan.
Kepala Polres Langkat, AKBP Hannry P.H. Tambunan, membeberkan hasil kinerja tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Aula Bharadaksa Polres Langkat, Jumat (7/8/2026).
Pemberantasan narkoba menjadi fokus utama. Satuan Reserse Narkoba berhasil membekuk 34 orang tersangka diantaranya 33 laki-laki dan satu perempuan. Dimana 27 di antaranya diduga jaringan pengedar dan sisanya pengguna.
Petugas turut menyita barang bukti berupa 54,41 gram ganja, 189,87 gram sabu-sabu, 34 butir ekstasi, serta uang tunai sebesar Rp47.854.000 yang diduga hasil transaksi gelap.
Berdasarkan perhitungan pihak kepolisian, gerak cepat ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 2.268 warga dari bahaya jeratan narkotika.
“Keberhasilan ini tak lepas dari partisipasi aktif masyarakat yang berani menyampaikan informasi. Terima kasih kepada seluruh elemen yang bersinergi bersama kami,” ujar Hannry.
Selain narkoba, Satreskrim juga menuntaskan sejumlah kasus krusial. Di antaranya praktik perjudian jenis “tembak ikan” yang menjaring empat tersangka di Dusun VII Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok.
Satu pelaku pencurian sepeda motor tipe Honda Vario dan empat tersangka pencurian dengan pemberatan juga sudah diamankan.
Kasus yang paling disorot adalah dugaan kekerasan seksual terhadap anak, di mana penyidik berhasil menetapkan tujuh orang tersangka. Ketujuhnya kini sudah ditahan dan menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Kapolres menegaskan pihaknya tak akan melonggarkan upaya pemberantasan kejahatan, khususnya narkoba yang dinilai sebagai ancaman nyata bagi masa depan generasi.
Langkah ini sekaligus wujud nyata pelaksanaan program “Polisi Langkat Garuda Ksatria” dengan semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” demi mewujudkan wilayah yang aman, humanis, dan kondusif.
