MEDAN.analisaone.com – Unit Reserse Kriminal Polsek Medan Area berhasil meringkus seorang pria yang diduga berperan sebagai pelaku pencurian kaca spion mobil yang belakangan ini meresahkan warga Kota Medan.
Penangkapan terhadap tersangka bernama Taufik Rinaldi Harahap (28), warga Jalan Sampurno, Kecamatan Medan Perjuangan, dilakukan pada Kamis (20/8/2026) sekira pukul 03.30 WIB di Jalan Aipda KS Tubun, Kelurahan Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota.
Kapolsek Medan Area, AKP M. Ainul Yaqin, S.I.K., M.H., mengungkapkan tersangka ditangkap berkat laporan yang masuk dari Teddy (42), warga Jalan AR Hakim, Gang Bakung, terkait hilangnya satu set spion mobil Toyota Innova bernomor polisi BK 1122 ACP yang terparkir di kediamannya pada Kamis (16/7/2026). Saat bangun pukul 05.00 WIB, korban mendapati spion kendaraannya sudah tidak ada.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Khairul Fajri, beserta jajarannya, petugas segera bergerak ke lokasi keberadaan tersangka dan melakukan penangkapan.
Dari pemeriksaan, tersangka mengaku telah melakukan aksinya sebanyak dua kali di Jalan Berastagi dan Jalan AR Hakim, Gang Bakung, untuk spion hasil curian tersangka menjualnya seharga Rp 200.000, di mana ia menerima bagian Rp 100.000. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kacamata dan rekaman CCTV.
Kasus ini kemudian menarik perhatian lebih luas setelah nama tersangka yang juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) di salah satu Anak Ranting kawasan Pusat Pasar Kota Medan viral di media sosial.
Irwan Saputra, pemilik media Koran M24 sekaligus korban pencurian spion mobil Daihatsu Terios di Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang telah melaporkan peristiwanya ke Polsek Medan Tembung dengan nomor LP/B/1307/IX/2026/Polsek Medan Tembung, langsung mengecek pelaku apakah orang yang sama.
Sesampainya di Polsek Medan Area, ia melihat sepeda motor bermerk Yamaha Gear berwarna putih-biru yang terparkir di bagian barang bukti persis sama dengan kendaraan yang terekam CCTV saat pelaku mengambil spion mobilnya pada Jumat (18/9/2026) dini hari pukul 03.54 WIB.
“Saat itu dua pelaku berboncengan, menyusuri Jalan Cempaka Turi di depan Masjid Ath-Thoiyibah. Satu orang turun, menyelinap ke samping kanan mobil saya yang tertutup sarung, lalu mematahkan spionnya. Kendaraan yang mereka kendarai persis sama, yamaha Gear putih-biru itu jarang dipakai orang, jadi saya yakin itu motor yang sama,” ungkap Irwan kepada analisoane.com.
Irwan juga menyampaikan bahwa pihak Polsek Medan Tembung telah memeriksa tersangka, namun keterangannya menyebutkan hanya mengetahui pelaku lain berinisial D dengan kendaraan yang serupa.
“Itu terasa tidak masuk akal. Tapi kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas keterkaitannya,” ujarnya.
Polisi kini terus mengembangkan perkara ini guna mengungkap kemungkinan keterlibatan tersangka lain dalam peristiwa-peristiwa berbeda, termasuk dugaan keterkaitannya dengan kasus yang terjadi di Percut Sei Tuan, serta memeriksa apakah terdapat pihak lain yang terlibat dalam jaringan pencurian ini..(ri).
