BINJAI.analisaone.com – Keresahan masyarakat Kota Binjai atas kondisi jalan yang memprihatinkan memuncak tajam. Fakta menarik puluhan Mahasiswa menggelar aksi protes di depan Kantor Walikota Binjai, Kamis (8/10/2026) sore.
Emosi yang tak terbendung membuat para peserta aksi melemparkan telur busuk ke halaman Balai Kota sebagai simbol kekecewaan mendalam terhadap pemerintahan kota Binjai yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Aksi ini dipicu maraknya kecelakaan tunggal yang menimpa warga akibat jalan berlubang yang tersebar di sejumlah ruas jalan di Kota Binjai. Lubang-lubang yang dibiarkan terbuka tak kunjung diperbaiki, hingga nyaris memakan korban jiwa.
Dalam orasinya yang lantang, Gurky Sembiring menyampaikan kemarahannya langsung kepada Walikota Binjai, Amir Hamzah.
“Kami datang ke sini mengungkapkan kekecewaan yang mendalam kepada Walikota Binjai, Amir Hamzah, yang tidak bekerja dan lalai dalam bertugas. Kelalaian ini menyebabkan warga jatuh, terluka, bahkan nyaris tewas akibat jalan berlubang yang bertebaran di seluruh penjuru Kota Binjai,” tegas Gurky di hadapan massa aksi.
Ia menilai sikap pemerintah kota Binjai bukan sekadar kelalaian, melainkan pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
“Janji-janji visi misi Amir–Jiji soal perbaikan infrastruktur ternyata hanya omong kosong. Jalan baru akan diperbaiki setelah ada korban yang jatuh dan terluka. Logika apa ini? Ini bukan sekadar tanggung jawab Dinas PUTR, ini adalah bentuk pembiaran yang disengaja,” tandasnya.
Gurky menegaskan, rakyat tidak butuh janji manis, melainkan jalan yang aman untuk dilalui. Pembiaran ini dianggap semakin melukai hati warga yang telah menaruh harapan besar pada pemerintahan saat ini.
Terpisah, Pengamat Hukum sekaligus Kuasa Hukum warga terkait kasus ini, Ferdinand Sembiring, S.H., M.H., menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia berjanji akan menindaklanjuti masalah ini hingga ke jalur hukum.
“Kami selaku kuasa hukum berjanji akan mengusut tuntas kejadian ini dan akan mengirimkan somasi resmi kepada Walikota Binjai beserta Kepala Dinas PUTR Kota Binjai,” ungkap Ferdinand kepada wartawan.
Ia menegaskan, hukum harus ditegakkan dan pimpinan daerah wajib bertanggung jawab atas kebijakan dan kelalaian di wilayahnya.
“Walikota Amir Hamzah harus bertanggung jawab. Kelalaian yang menyebabkan warga terluka dan nyaris kehilangan nyawa bukan hal sepele. Kami mendesak agar hal ini tidak diabaikan lagi dan segera ada langkah nyata, bukan sekadar janji di atas kertas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Walikota Binjai terkait aksi protes tersebut. Warga berharap keluhan ini segera mendapat tanggapan serius dan jalan-jalan berlubang di Kota Binjai segera diperbaiki demi keselamatan bersama.(ri).
