BINJAI.analisaone.com — Maraknya praktik penipuan berkedok perjalanan ibadah umrah yang merugikan banyak jamaah kini menjadi perhatian serius di wilayah Binjai dan Langkat.
Banyak masyarakat yang sudah lama menabung, menahan keinginan, dan menyusun rencana demi bisa berangkat ke Tanah Suci, namun akhirnya kecewa berat uang hilang, keberangkatan tak kunjung ada, dan harapan yang lama dipupuk hancur begitu saja.
Menyadari risiko yang semakin mengkhawatirkan ini, PT Abu Siraj Tour mengambil inisiatif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terjebak biro perjalanan bodong.
Kegiatan bertajuk “Beribadah dengan Tenang, Memilih dengan Benar, Hindari Penipuan Perjalanan Umrah” digelar Kamis, 27 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB di Maligoe Kupi Aceh (MKA), Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur.
Kegiatan ini dihadiri Lurah Tunggorono, unsur Babinsa, para Kepala Sekolah dan guru se-Kota Binjai–Langkat, tokoh agama serta puluhan warga yang antusias ingin memahami cara melindungi diri dari penipuan biro perjalanan ibadah.
Pimpinan PT Abu Siraj Tour, H. Khusaini Amri, didampingi Kepala Cabang Binjai Dicky Irawan serta Ustadz Untung, menekankan pentingnya ketelitian sebelum mempercayakan keberangkatan ibadah kepada pihak penyelenggara.
“Niat untuk beribadah adalah niat yang sangat mulia. Jangan sampai niat suci ini justru dijadikan sasaran oleh oknum yang hanya mengincar keuntungan semata. Banyak orang sudah menabung, menahan keinginannya, demi bisa berangkat ke Baitullah lalu uangnya dibawa kabur. Itu bukan sekadar kerugian materi, tapi luka batin yang sangat dalam,” ujar H. Khusaini Amri.
Dalam paparannya, H. Khusaini menguraikan berbagai modus yang kini sering digunakan oleh travel bodong: mulai dari penawaran harga yang jauh di bawah standar wajar, janji fasilitas berlebihan yang tidak masuk akal, hingga taktik menghilang setelah pembayaran diterima.
Ia juga membagikan panduan praktis yang wajib diketahui setiap calon jamaah sebelum memutuskan memilih biro perjalanan.
Kepala Cabang Binjai, Dicky Irawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar promosi, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial agar masyarakat di sekitarnya tidak menjadi korban berikutnya.
“Kami tidak ingin lagi ada tetangga, saudara, atau kerabat kita yang menjadi korban. Lebih baik mencegah sejak dini daripada mengobati rasa kecewa setelah uang hilang,” tegas Dicky.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Banyak peserta mengaku selama ini masih bingung membedakan penyelenggara resmi dan yang tidak resmi.
Tak sedikit pula yang menceritakan kerabat dekatnya pernah tertipu, sehingga kini menjadi sangat berhati-hati. Melalui kegiatan ini, warga merasa mendapatkan bekal pengetahuan yang sangat berharga.
“Dalam agama pun kita diajarkan untuk berhati-hati, tidak mudah percaya begitu saja. Memilih penyelenggara yang amanah adalah langkah awal agar ibadah kita berjalan lancar, diterima Allah SWT, dan hati tetap tenang selama di Tanah Suci,” tambah H. Khusaini menutup pemaparan.
PT Abu Siraj Tour berkomitmen akan terus menggelar edukasi serupa secara berkala di berbagai kecamatan dan wilayah. Tujuannya jelas agar masyarakat semakin cerdas dalam memilih, waspada terhadap tawaran yang tidak masuk akal, dan terlindungi dari segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan perjalanan ibadah umrah.(ri).
