JAKARTA.analisaone.com – Suara tuntutan penegakan hukum bergema di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) turun ke jalan membawa spanduk besar berisi seruan tegas agar institusi Kejaksaan harus berani membongkar tuntas dugaan keterlibatan Ade Jona Prasetyo dalam pusaran skandal korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Mengambil posisi dari kendaraan komando, Ketua Umum PPMSU Oza Hasibuan menekankan bahwa momen ini adalah ujian nyali bagi Kejaksaan Agung. Menurutnya, bukti serta keterangan saksi di persidangan sudah cukup terang, sehingga tidak ada ruang lagi untuk penundaan atau sikap berat sebelah.
“Kami hadir di sini untuk bertanya, apakah Kejaksaan Agung berani memanggil dan memeriksa Ade Jona Prasetyo secara serius? Fakta sudah terungkap, saksi telah bersuara, hukum tidak boleh berjalan lambat hanya karena siapa yang terlibat,” tandasnya di tengah barisan massa yang tetap tenab dan tertib.
Selain kepada lembaga penegak hukum, pesan tajam juga ditujukan langsung kepada Pemerintah dan Presiden RI. Melalui tulisan spanduk dan pernyataan sikap, mereka mengingatkan agar komitmen pemberantasan korupsi tidak tinggal janji.
“Tak seorang pun boleh mendapat perlindungan, baik itu kader maupun oknum pejabat, jika terbukti merugikan keuangan negara” ujarnya.
Secara rinci, seruan yang disampaikan berisi empat butir pokok yaitu
– Mendesak Jaksa Agung segera memanggil Ade Jona Prasetyo guna mendapat penjelasan terkait dugaan aliran dana kasus korupsi proyek perkeretaapian;
– Meminta Kejaksaan Agung bekerja secara transparan dan mendalami setiap keterangan yang muncul selama persidangan berlangsung;
– Mengingatkan agar pemberantasan korupsi berjalan bersih tanpa intervensi politik;
– Menegaskan keterlibatan penuh pihaknya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas demi keadilan masyarakat Sumatera Utara secara khusus dan bangsa pada umumnya.
Sementara, Adi Jona yang di konfirmasi wartawan terkait serangan tuntutan ini, hingga berita disusun, yang bersangkutan enggan memberikan jawaban maupun pernyataan apa pun terkait hal tersebut.
Aksi unjuk rasa ini berjalan aman dan tertib sebagai wujud pengawalan pemuda terhadap kredibilitas lembaga hukum.
Sebelum membubarkan diri, para perwakilan menyatakan peringatan tegas jika harapan ini tidak segera ditanggapi, mereka berjanji akan kembali dengan kekuatan massa yang jauh lebih besar di kemudian hari.(ri).
