DELI SERDANG.analisaone.com – Pimpinan Kecamatan Sunggal dan para Kepala Desa melaksanakan kegiatan gotong royong di Jalan Besar Medan–Binjai, yang menjadi penghubung antara Desa Paya Geli dan Desa Puji Mulio. Jumat, (10/7).
Ruas jalan ini sudah lama menjadi titik rawan banjir setiap kali hujan turun. Kondisi ini menimbulkan keresahan mendalam bagi masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor yang kerap terjebak genangan.
Banjir di lokasi tepatnya Jalan Medan–Binjai Km 10 ini sudah menjadi masalah berulang. Banyak warga dan pengguna jalan terus mengeluhkan kondisi yang tidak kunjung teratasi.
Berdasarkan pantauan, kegiatan dipimpin langsung Camat Sunggal Guntur Endar Bumi Nasution, S.STP, didampingi, Seketaris Kecamatan, Muhammad Nurdin, Kasi Kebersihan, Mardiah Pardede, S.STP dan para Kepala Desa setempat, serta dibantu UPT Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang.
Camat Sunggal Guntur Endar Bumi Nasution menyampaikan, kegiatan ini menjadi prioritas utama pihaknya untuk menjawab keluhan yang terus mengalir dari masyarakat.
“Lokasi ini memang langganan banjir. Kami berniat mengeruk drainase yang sudah dangkal dan tertutup endapan, dengan bantuan alat berat dari perusahaan mitra,” ujarnya.
Namun upaya tersebut terhenti di tengah jalan. Sebagian warga tidak mengizinkan jembatan akses depan rumah mereka dibuka demi keperluan penggalian parit.
“Kami kerap mendapat keluhan banjir di jalan penghubung Paya Geli dan Puji Mulio ini. Bersama kepala desa, UPT SDABMBK, dan alat berat bantuan perusahaan, kami ingin memperdalam parit yang sudah tersumbat. Tapi pekerjaan terhenti karena sebagian warga menolak jembatannya dibuka kecuali ada ganti rugi dan perbaikan dari pihak kami,” jelas Camat Guntur.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kecamatan sama sekali tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki kembali jembatan akses warga yang harus dibuka sementara waktu.
“Kami sudah jelaskan, jalan ini berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun karena mendesak dan banyak keluhan, kami berusaha membantu dengan berkoordinasi terlebih dahulu. Sebagian warga menyetujui, sebagian lagi belum bersedia,” tambahnya.
Oleh karena itu, saat ini pihaknya hanya mampu melakukan pembersihan semak belukar dan sampah di saluran yang bisa dijangkau, tanpa bisa melakukan penggalian mendalam.
Camat Guntur pun menghimbau seluruh warga Kecamatan Sunggal untuk turut menjaga lingkungan. Utamanya, jangan membuang sampah sembarangan yang menjadi penyebab utama saluran air tersumbat dan memicu banjir.
“Kami juga meminta Pemerintah Desa untuk rutin menggerakkan gotong royong warga. Langkah sederhana ini sangat penting untuk meminimalkan risiko banjir yang belakangan ini makin sering terjadi,” pungkasnya.(ri).
