MEDAN.analisaone.com – Suasana damai dan penuh keberkahan menyelimuti lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan pada Selasa, 15 September 2026. Di tengah keterbatasan ruang, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung khidmat, dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim.
Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata pembinaan kerohanian serta kepedulian sosial yang tumbuh dari hati para petugas maupun Warga Binaan.
Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur keteladanan Rasulullah SAW kasih sayang, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.
Bagi seluruh Warga Binaan yang hadir, peringatan ini bukan sekadar mengenang kelahiran Sang Nabi, melainkan mengingatkan kembali akan harapan untuk berubah, memperbaiki diri, dan kelak kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.
Momen yang paling menyentuh hati adalah pemberian santunan kepada anak yatim. Di saat banyak hal yang dimiliki harus dibatasi, semangat berbagi justru tumbuh semakin besar dari Warga Binaan, petugas, hingga seluruh pihak yang terlibat bahu-membahu menyisihkan sebagian rezeki untuk anak-anak yang membutuhkan.
Sebuah pesan tulus tersampaikan “Berbagi tidak harus menunggu kaya. Berbagi itu tentang ketulusan hati, dan hari ini, di sini, kita semua belajar untuk tetap peduli, tetap kasih sayang, meskipun dalam keadaan apa pun kita berada.”
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, Amd. S.H., M.H., menyampaikan bahwa peringatan ini sarana pembentukan karakter bagi seluruh penghuni lembaga pemasyarakatan.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana pembentukan karakter bagi kita semua, terutama Warga Binaan. Semoga momen penuh kebersamaan ini membawa kedamaian, mempererat tali silaturahmi, dan menginspirasi kita semua untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Beliau menegaskan pula bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya soal keamanan dan pengawasan semata, melainkan juga pembinaan jiwa dan hati agar setiap orang yang berada di sini dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, bertaqwa, dan bermanfaat bagi sesama.
Langkah mulia ini turut mengundang apresiasi dari tokoh masyarakat. Datuk Arifin, Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Setwil Sumatera Utara, menyampaikan dukungan tulus.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya langkah-langkah mulia yang terus dilakukan oleh Lapas Kelas I Medan di bawah kepemimpinan Fonika Affandi beserta seluruh jajarannya. Kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim ini membuktikan bahwa Lapas Kelas I Medan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan belaka, melainkan sangat memperhatikan pembinaan kerohanian, pembentukan karakter, dan kepedulian sosial yang begitu tulus dan menyentuh hati.”ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pihak Lapas, dunia pers, dan elemen masyarakat harus terus diperkuat demi kebaikan bersama.
“Selama ini, banyak hal baik yang telah dilakukan Lapas Kelas I Medan, mulai dari pembinaan yang humanis, pendekatan yang penuh kasih sayang, hingga sinergi yang erat dengan berbagai elemen masyarakat. Semoga ke depannya, kebaikan-kebaikan ini terus berlanjut, semakin ditingkatkan, dan menjadi teladan bagi lembaga pemasyarakatan lainnya,” imbuhnya.
Berbagai program pembinaan kerohanian dan sosial yang terus digelar menunjukkan bahwa pemasyarakatan sejatinya adalah proses menyelamatkan manusia dan mengembalikan harapan.
Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, kesabaran, dan ketulusan, bukan tidak mungkin setiap Warga Binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dicintai oleh sesama.
Semoga pula anak-anak yatim yang menerima santunan dapat tumbuh menjadi anak-anak yang berbakti, cerdas, dan menjadi kebanggaan bagi kita semua.(rul).
