MEDAN.analisaone.com – Upaya menyatukan kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan penguatan ekosistem produk halal menjadi fokus utama kegiatan besar yang akan digelar Yayasan Wakaf Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
Menyasar sinergi lintas sektor, kegiatan ini mendapatkan dukungan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Acara bertajuk Seminar Nasional Ekosistem Syari’ah ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026.
Pengumuman rencana pelaksanaannya disampaikan di Medan pada Senin (13/7/2026) oleh Ketua Panitia yang juga Ketua Bidang OSDM Yayasan Wakaf UISU, Dr. Dani Sintara, SH, MH, bersama jajaran pengurus.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup M. Jumhur Hidayat beserta jajaran, serta Kepala BPJPH Prof. (HC) Dr. Ahmad Haikal Hasan, ST, MT. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ujar Dani.
Dukungan tak hanya datang dari dua lembaga tersebut. Sejak kunjungan sosialisasi ke berbagai instansi pada 15-19 Juni lalu, inisiatif ini juga didukung Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, MUI Pusat, Badan Wakaf Indonesia, Perhutani, KNEKS, berbagai asosiasi perguruan tinggi, perbankan syariah, hingga para pewakif.
Rangkaian acara tak hanya berupa seminar. Dimulai dengan Pekan Produk Halal, hari puncaknya akan diisi penandatanganan kerja sama antara KLH/BPLH dan BPJPH dengan PTS se-LLDIKTI Wilayah I Sumut, pencanangan Gerakan Wakaf Hijau UISU, penanaman simbolis pohon, hingga pameran Green Exhibition.
Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Program Tobat Ekologis Nasional serta percepatan sertifikasi halal bagi produk dalam negeri.
Ketua Umum Yayasan Wakaf UISU, Ir. Indra Gunawan, MP, menambahkan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan perwujudan dakwah nyata sekaligus dukungan penuh terhadap upaya pemulihan lingkungan nasional.
“Kami ingin pesan bahwa menjaga alam dan beralih ke produk halal adalah dua kewajiban yang saling melengkapi. Semoga Gerakan Wakaf Hijau dan program Tobat Ekologis bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UISU Prof. Dr. Safrida, SE, MSi, memuji langkah inovatif ini. Menurutnya, penggabungan dua isu strategis ini selaras dengan tugas utama perguruan tinggi serta nilai persaudaraan Islam.
“UISU berkomitmen penuh mendukung terwujudnya ekosistem yang tidak hanya syar’i, tapi juga ramah lingkungan dan bermanfaat luas bagi bangsa,” tutup Safrida.(ri).
