LANGKAT.AnalisaOne.com – Sebuah pohon besar tumbang di kawasan Kelurahan Perdamean, Kabupaten Langkat, dan menimpa sebuah mobil pribadi. Rabu, 3 Juni 2026 kemarin.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memicu pertanyaan tajam dari masyarakat mengenai kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Langkat dalam menjaga keamanan dan kelayakan pohon‑pohon di pinggir jalan umum.
Peristiwa nahas itu terjadi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang.Pohon yang tumbang itu langsung menimpa bagian kabin mobil jenis Daihatsu Terios yang sedang melintas.
Akibatnya, badan kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah dan ringsek. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun musibah tersebut menyisakan kekhawatiran mendalam bagi warga sekitar.
Kejadian ini justru memunculkan spekulasi dan sorotan tajam dari publik. Pasalnya, beberapa bulan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat diketahui telah melakukan kegiatan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Proklamasi dan jalur utama menuju kawasan perkantoran Pemkab Langkat.
Namun, tindakan tersebut dinilai tidak tuntas, karena hanya menyisakan batang pohon setinggi sekitar 3 meter. Bahkan beredar dugaan di masyarakat bahwa batang‑batang pohon yang tersisa itu kemudian dipotong kembali dan diduga diperjualbelikan.
Masyarakat pun mempertanyakan makna dari program pemerataan dan peremajaan pohon pinggir jalan proklamasi yang digembar‑gemborkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.
Nyatanya, di tengah upaya yang dinilai setengah hati itu, warga masih harus menghadapi risiko tertimpa pohon yang tumbang sewaktu‑waktu. Kerusakan yang dialami kendaraan tersebut dinilai menjadi bukti nyata bahwa instansi terkait tidak bekerja secara serius dan profesional.
Masyarakat menilai bahwa tugas utama peremajaan pohon bukan sekadar memangkas sembarangan, melainkan memastikan pohon tersebut aman, sehat, dan tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan serta warga sekitar.
Kondisi ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Banyak yang menilai kepemimpinan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat terkesan abai dan kurang proaktif dalam melakukan pengawasan serta pengecekan berkala.
Padahal, saat ini Indonesia sedang memasuki musim pancaroba dengan cuaca ekstrem, sehingga penanganan terhadap pohon‑pohon tua atau berpotensi roboh seharusnya menjadi prioritas utama yang ditangani secara tuntas.
Salah seorang warga sekitar membenarkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, pohon tumbang secara tiba‑tiba akibat diterpa angin kencang dan hujan lebat yang mengguyur wilayah itu.
“Pohonnya besar dan langsung jatuh menimpa mobil yang lewat. Untung penumpangnya selamat, tapi mobilnya hancur parah,” ujar Rijal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat belum dapat dihubungi dan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pohon tumbang serta evaluasi terhadap penanganan pohon pinggir jalan yang telah dilakukan sebelumnya.
Publik pun menunggu tanggapan instansi tersebut untuk menjawab pertanyaan mengenai kinerja dan transparansi pengelolaan lingkungan di wilayahnya.(ri).
